Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ini Kata Apindo soal Mal di Jakarta dan Surabaya Pasang Pagar Tinggi

Intinya Sih
  • Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani belum mengetahui alasan sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya memasang pagar tinggi, namun menduga langkah itu terkait kehati-hatian dan keamanan.
  • CEO Lippo Group James Riady memastikan Lippo Mal tidak akan memasang pagar tinggi kembali, setelah membongkar pagar di seluruh malnya dalam 10 tahun terakhir.
  • Pemerintah melalui Hasan Nasbi dan Mendag Budi Santoso menyatakan situasi aman serta tidak menemukan isu terkait pemasangan pagar, berdasarkan koordinasi dengan APPBI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengaku tak tahu soal sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya memasang pagar dengan tinggi lebih dari 2 meter. Shinta menduga, pengusaha sedang berhati-hati.

"Ini kan mungkin melihat kondisi yang ada ya. Mereka mungkin ya supaya apa, berhati-hati aja gitu. Saya terus terang belum bicara sama pemilik. Jadi mungkin ada alasan-alasan lebih alasan keamanan aja gitu. Bukannya hanya karena kebetulan saat ini gitu loh, tapi ya mungkin memang supaya mereka bisa menjaga aja dari situasi keamanan gitu. Saya juga belum tahu sih, belum bicara sama pemilik," ujar Shinta di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).

1. Lippo Mal tak akan ikut pasang pagar

CEO Lippo Group, James Riady (IDN Times/Ilman Nafi'an)
CEO Lippo Group, James Riady (IDN Times/Ilman Nafi'an)

CEO Lippo Group, James Riady, memastikan mal miliknya tidak ikut pasang pagar tinggi.

"Pasti tidak," kata James.

James mengaku, Lippo Mal dalam 10 tahun terakhir membongkar pagarnya. Sehingga, dalam waktu dekat Lippo Mal tidak akan membangun kembali pagar tersebut.

"Yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita kita bongkar kita turunkan. Ya. Jadi mari kita semangat semua ya. Mari kita semangat semua," ucap dia.

Terkait dengan adanya sejumlah mal yang memasang pagar tinggi, James menyebut merupakan hal biasa apabila ada kehati-hatian dari pelaku usaha.

"Kehati-hatian pengusaha itu bisa dimengerti. Memang ini zamannya akan lebih banyak gejolak, berarti struktur keuangan setiap perusahaan, struktur keuangan negara dan sebagainya memang harus ditata lebih baik daripada dulu," kata dia.

2. Pemerintah anggap aman

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbih. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbih. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengatakan Iindonesia merupakan bangsa yang aman. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak membesarkan suatu isu.

"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan tuh sebaiknya diklarifikasi juga. Teman-teman kan juga... teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri," ujar Hasan.

Hasan Nasbi kemudian meminta jurnalis untuk mengecek fakta yang sebenarnya apa yang terjadi. Menurutnya, isu yang masih rumor tidak perlu dibesar-besarkan.

"Bisa bikin cek fakta benar enggak, fearmongering (rumor) yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan. Saya rasa kita harus optimis, ya. keadaan negara kita baik," ucap dia.

3. Mendag anggap tidak ada masalah

IMG_1734.jpeg
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, juga mengatakan tak ada masalah berkaitan dengan ramai-ramai sejumlah mal pasang pagar tinggi.

"Oh gak, gak ada masalah, gak ada," kata dia.

Busan juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), tak ada isu apapun berkaitan dengan hal tersebut.

"Ya saya juga gak tahu persis ya, tapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI ya, Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, gak ada masalah kok, gak ada isu apa-apa. Gak ada isu terkait ya apa pun, ga ada," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More