Jakarta, IDN Times - Indonesia mengalami perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri sepanjang 2025 hingga awal 2026. Staffinc, perusahaan penyedia solusi ketenagakerjaan, mencatat perkembangan ini ditandai dengan penguatan kapabilitas di sektor Fast-Moving Consumer Good (FMCG) serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kesiapan tenaga kerja.
Tren ini mencerminkan pergeseran kebutuhan bisnis. Tenaga kerja tidak lagi hanya dituntut siap kerja, tetapi juga mampu mendorong kinerja secara langsung.
Fenomena ini sejalan dengan laporan World Economic Forum bertajuk “The Future of Jobs Report 2023”, yang menunjukkan bahwa sekitar 44 persen keterampilan pekerja perlu diperbaharui dalam beberapa tahun ke depan. Mendorong perusahaan untuk semakin fokus pada tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan mampu berkontribusi langsung terhadap hasil bisnis.
Kompleksitas operasional semakin tinggi, mulai dari distribusi multi-channel hingga tuntutan kecepatan dan konsistensi layanan, juga membuat perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih kuat terhadap performa tenaga kerja di lapangan.
