Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KEK Batang Incar Tenant Energi Hijau, Genjot Investasi Berkelanjutan
KITB kini berstatus KEK Industropolis Batang (dok. KITB)
  • KEK Industropolis Batang membidik lebih banyak tenant energi hijau melalui aturan keberlanjutan, dry port efisien, panel surya, pengelolaan limbah, dan inisiatif blue carbon.
  • Kawasan ini menerapkan ESG lewat peta jalan, laporan keberlanjutan, pelatihan, serta pengukuran emisi Scope 1-3; berikutnya menyiapkan ISO 14001 dan asesmen ESG independen.
  • KEK Batang seluas 4.300 hektare menampung 96 tenant, mencatat investasi Rp23 triliun, lahan tersewa 442,2 hektare, dan menyerap 26.871 tenaga kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang akan memperbanyak tenant yang bergerak di sektor energi hijau. Itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri yang menggabungkan pengelolaan lingkungan dengan kegiatan operasional.

Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy mengatakan, pengembangan kawasan tidak dilakukan melalui program yang berdiri sendiri. Menurut dia, aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan diterapkan dalam setiap tahap pengembangan kawasan.

Untuk mendukung langkah tersebut, KEK Industropolis Batang menyusun aturan kawasan yang memasukkan prinsip keberlanjutan, membangun dry port guna meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mengurangi emisi, memanfaatkan panel surya dan energi terbarukan, memperkuat pengelolaan sampah dan limbah, serta mengembangkan inisiatif blue carbon.

"Di sisi lain, kami juga terus mendorong hadirnya tenant yang bergerak di sektor energi hijau sehingga tercipta ekosistem industri yang saling mendukung dalam mewujudkan kawasan industri berkelanjutan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2026).

1. Pengembangan kawasan hijau KEK Batang mendapat pengakuan

Predikat Anugerah Adi Hijau. (Dok. KEK Industropolis Batang)

KEK Industropolis Batang juga menerapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan kawasan.

KEK yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Maret 2025 itu menerima Predikat Anugerah Adi Hijau dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026: Collaborating, Awarding & Signing yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan itu merupakan predikat tertinggi dalam ajang tersebut.

"Kami meyakini bahwa industri hijau tidak cukup hanya menjadi komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi yang nyata. Karena itu, kami mengembangkan berbagai inisiatif," ujar Tanya.

2. Siapkan ISO 14001 dan asesmen ESG

ilustrasi ESG (freepik.com)

Dalam pengelolaan kawasan, KEK Industropolis Batang telah membentuk fungsi ESG, menyusun peta jalan ESG, melakukan self-assessment, menerbitkan Sustainability Report, memberikan pelatihan dan sertifikasi ESG kepada karyawan, serta mengukur emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.

Berikutnya, kawasan itu menyiapkan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Independent ESG Assessment. KEK Industropolis Batang juga akan bekerja sama dengan pemerintah, tenant, akademisi, serta pemangku kepentingan lain dalam pengembangan kawasan.

3. Investasi capai Rp23 triliun

ilustrasi investasi (magnific.com/freepik)

Dengan luas kawasan mencapai 4.300 hektare, KEK Industropolis Batang saat ini mencatatkan 96 tenant yang terdiri dari 41 tenant industri, 38 tenant komersial, dan 17 tenant BPSP.

Hingga saat ini, kawasan tersebut telah mencatatkan total investasi sebesar Rp23 triliun. Luas lahan yang telah tersewa mencapai 442,2 hektare, sementara jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 26.871 orang.

Selain aktivitas industri yang berjalan, KEK Industropolis Batang juga menerapkan sejumlah program terkait industri hijau, seperti pengelolaan lingkungan kawasan, penggunaan energi terbarukan, serta penerapan tata kelola berbasis ESG.

Ke depan, KEK Industropolis Batang menyatakan akan melanjutkan sejumlah langkah terkait pengembangan industri hijau melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, asesmen ESG independen, serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article