PM Korsel: Pasokan Listrik Kunci Utama Proyek Strategis Nasional

- PM Han Seong-sook menegaskan proyek semikonduktor, pusat data AI, dan administrasi publik berbasis AI membutuhkan pasokan listrik tepat waktu serta jaringan transmisi yang dibangun lebih awal.
- Ekspansi AI diperkirakan menambah permintaan listrik Korsel 25-30 gigawatt, seiring investasi Samsung dan SK Hynix serta minat perusahaan teknologi AS membangun pusat data.
- Pemerintah mendorong pusat data AI di luar Seoul untuk mengurangi beban jaringan, sambil menyiapkan peta jalan energi hingga 2040 termasuk kajian reaktor nuklir baru.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Korea Selatan (Korsel), Han Seong-sook, menegaskan bahwa keberhasilan tiga proyek besar nasional sangat bergantung pada pasokan listrik yang tepat waktu, serta penguatan jaringan transmisi.
Dalam rapat kabinet pada Selasa (15/9/2026), Han mengatakan ketiga proyek tersebut mencakup pengembangan industri semikonduktor, pusat data kecerdasan buatan (AI), serta inovasi administrasi publik berbasis AI. Ia menekankan bahwa seluruh inisiatif itu membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.
"Kunci keberhasilan proyek-proyek besar ini terletak pada pasokan listrik yang tepat waktu dan pembangunan jaringan transmisi lebih awal," ujarnya, dilansir Korea Herald.
1. Lonjakan permintaan listrik dan ambisi AI Korsel

Ilustrasi tower listrik. (unsplash.com/Fré Sonneveld) Han juga menekankan pentingnya partisipasi publik dalam proyek infrastruktur jaringan listrik tersebut. Selain isu energi, Han juga menginstruksikan jajaran kabinet untuk mengantisipasi praktik pasar tidak adil menjelang liburan Chuseok. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak global imbas konflik Timur Tengah.
Sebelumnya, Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan, Kim Sung-whan, mengatakan bahwa permintaan energi Korsel diperkirakan melonjak tajam dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan ekspansi pesat infrastruktur AI. Kim menyebut kebutuhan listrik khusus untuk pengembangan AI diperkirakan akan meningkatkan permintaan nasional sebesar 25 hingga 30 gigawatt, Asahi Shimbun melaporkan.
2. Dua raksasa produsen chip Korsel berinvestasi dengan nilai fantastis

Ilustrasi desain chip. (unsplash.com/Igor Omilaev) Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen chip terbesar dunia, berencana memperluas fasilitas produksi mereka di Korsel. Langkah ini sebagai bagian dari mega proyek senilai 800 triliun won (sekitar Rp10,4 kuadriliun). Sejumlah proyek yang sebelumnya diperkirakan selesai sekitar tahun 2045 kini dipercepat dan ditargetkan beroperasi pada awal 2030-an.
Selain itu, sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat, termasuk Nvidia, turut menyatakan minat membangun pusat data AI di Negeri Ginseng karena stabilitas pasokan listriknya. Tahun lalu, Nvidia mengumumkan rencana memasok lebih dari 260 ribu Graphics Processing Unit (GPU) kepada pemerintah dan perusahaan besar Korsel, termasuk Samsung Electronics, SK Group, Hyundai Motor Group, dan Naver Cloud.
Tingginya konsumsi daya server AI menciptakan tantangan baru bagi infrastruktur nasional. Pusat data AI membutuhkan energi jauh lebih besar, dibandingkan pusat data konvensional.
3. Korsel akan bangun pusat data AI baru di luar Seoul

Potret kota Seoul di Korea Selatan. (pexels.com/Gije Cho) Tingginya permintaan energi meningkatkan kekhawatiran terhadap kapasitas jaringan listrik, terutama di wilayah metropolitan Seoul. Lebih dari 70 persen pusat data Korsel saat ini terkonsentrasi di wilayah ibu kota, yang sudah menghadapi tingginya permintaan listrik.
Park Jong-bae, profesor teknik elektro dan elektronika di Konkuk University, memperingatkan bahwa konsentrasi pembangunan pusat data AI baru harus dibangun di luar wiayah Seoul. Sebab, permintaan listrik sudah tinggi di ibu kota, di mana hal itu dapat menyebabkan kelebihan beban jaringan, hambatan transmisi, dan masalah stabilitas pasokan listrik.
Sebelumnya, pemerintah Korsel telah memperkenalkan sejumlah kebijakan, seperti Undang-Undang Energi Terdistribusi dan penilaian dampak jaringan untuk mendorong pembangunan pusat data AI di luar Seoul. Namun, pelaku industri menilai kebijakan tersebut harus disertai penyelesaian masalah pasokan listrik, pendinginan, lahan, dan dampak lingkungan.
4. Kebijakan energi jangka panjang untuk menopang stabilitas pasokan listrik negara

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). (unsplash.com/Wim van 't Einde) Peningkatan permintaan ini muncul di tengah rencana pemerintah mengungkap pembaruan peta jalan energi jangka panjang hingga 2040. Salah satu isu utama yang akan dikaji adalah kemungkinan penambahan reaktor nuklir baru demi menopang stabilitas pasokan listrik negara.
Saat ini, Korsel memiliki 26 reaktor nuklir yang memasok hampir sepertiga kebutuhan listrik nasional. Jika tambahan kebutuhan 25-30 gigawatt untuk AI seluruhnya dipenuhi oleh energi nuklir, kapasitas tersebut setara dengan sekitar 20 reaktor.
Kebutuhan listrik juga akan meningkat akibat peralihan ke penggunaan listrik di sektor transportasi dan pemanasan. Pemerintah menegaskan bahwa ketahanan energi adalah kunci utama agar negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia ini tidak kehilangan daya saing dalam kancah perlombaan teknologi AI global.






![[QUIZ] Cek Zodiakmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untuk Kamu!](https://image.idntimes.com/post/20230210/zodiac-02c01cab326be6a77257b52b6b3668d8.jpg)















