Jakarta, IDN Times- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memprioritaskan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik sebagai strategi pembiayaan utang pemerintah pada 2027. Langkah ini ditempuh untuk memitigasi risiko eksternal, sekaligus menjaga rasio utang tetap pada level aman.
Dalam buku nota keuangan II, pemerintah menargetkan pembiayaan utang pada 2027 sebesar Rp876,3 triliun, naik 0,9 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp868,1 triliun. Kebutuhan tersebut terutama akan dipenuhi melalui penerbitan SBN sebesar Rp779,9 triliun dan pinjaman neto Rp96,3 triliun.
Utang tersebut akan digunakan untuk menutupi defisit APBN tahun depan yang dirancang sebesar 2,40 persen atau Rp671,2 triliun.
