Penyedia layanan tanda tangan digital, PrivyID bekerja sama dengan 6 bank di Indonesia. Dok. PrivyID
Lebih lanjut, Andre turut mengatakan bahwa Kenangan Brands memandang kolaborasi dengan Privy bukan sekadar solusi administrasi, melainkan mitra strategis dalam mengawal pertumbuhan bisnis mereka.
“Kenangan Brands menyarankan agar perusahaan lain. khususnya yang bergerak di ritel dan F&B dengan model ekspansi serupa untuk memulai digitalisasi dokumen sejak dini, sebelum skala bisnis menuntut pertumbuhan yang sangat cepat, serta memilih solusi yang efisien sekaligus patuh terhadap regulasi hukum yang berlaku di Indonesia,” lanjut Andre.
Di saat yang bersamaan, Ratu Rima Novia Rahma, VP Marketing & Communication Privy, mengatakan industri ritel dan F&B punya karakteristik yang unik dari sektor lain.
"Setiap gerai baru berarti ada proses rekrutmen, kontrak kerja, hingga kerja sama vendor baru yang harus selesai secepat gerai itu dibuka. Kalau proses administrasinya masih manual, kecepatan ekspansi akan selalu terhambat oleh birokrasi internal. Di titik inilah digital trust berperan, bukan hanya mempercepat, tapi memastikan setiap keamanan dan keabsahan hukum dari setiap dokumen yang dikelola," jelas Rima.
Menurutnya, skala Kenangan Brands yang mengelola lebih dari 20.000 dokumen ketenagakerjaan per tahun serta terus bertambah seiring ekspansi gerai, menjadi contoh konkret bagaimana digital trust bergeser dari sekadar fitur menjadi infrastruktur operasional. "Certificate Warranty hingga Rp 1 miliar yang kami sediakan sebagai PSrE turut memberi lapisan jaminan hukum tambahan pada setiap dokumen yang ditandatangani, sehingga tim Kenangan Brands dapat memastikan kecepatan dan kepatuhan secara bersamaan," tambah Rima.