CEO Privy: Kunci Memimpin Perusahaan Bukan Lagi soal How, tapi Who

- Marshall Pribadi menegaskan bahwa seiring pertumbuhan bisnis, pemimpin harus beralih dari fokus pada 'how' menjadi 'who', yaitu berani mendelegasikan tanggung jawab kepada tim yang tepat.
- Ia menilai founder tidak bisa terus menangani semua persoalan sendiri karena hal itu justru menghambat perkembangan organisasi dan membatasi potensi perusahaan untuk tumbuh lebih besar.
- Marshall menekankan pentingnya proses rekrutmen yang tepat sejak awal, karena memilih orang yang sesuai budaya perusahaan jauh lebih efektif dibandingkan mengubah karakter setelah bergabung.
Jakarta, IDN Times - Founder dan CEO Privy, Marshall Pribadi, mengatakan pemimpin perusahaan harus mengubah cara berpikir seiring pertumbuhan bisnis. Menurut dia, founder tidak bisa terus-menerus menyelesaikan seluruh persoalan sendiri ketika organisasi semakin besar.
“Semakin besar organisasi, sudah gak bisa kita cuma memikirkan semuanya tentang how. Nah apa yang harus kita lakukan? Kita harus berani untuk mulai bertanya, who?” kata Marshall dalam diskusi Code of Trust: Building a Credible Cybersecurity Business in a Cashless Generation, pada Indonesia Summit 2026 by IDN Times, Rabu (17/6/2026).
Marshall menjelaskan sebuah delegasi menjadi kunci agar perusahaan dapat berkembang. Jika seluruh masalah dan peluang bisnis terus ditangani sendiri oleh founder, pertumbuhan perusahaan akan terhambat.
Marshall mengaku sempat belajar dari pengalaman membangun Privy. Dia menilai salah satu tantangan terbesar founder adalah berkembang seiring pertumbuhan organisasi.
“Di awal-awal tentunya kita sebagai founder atau CEO harus bisa segalanya, tetapi ketika sudah punya puluhan, ratusan orang, ya harus berubah mindset-nya,” ujarnya.
Selain itu, Marshall menekankan pentingnya merekrut orang yang tepat untuk membangun organisasi yang sehat. Dia meyakini, proses hiring memiliki peran yang lebih besar dibandingkan upaya mengubah karakter seseorang setelah bergabung ke perusahaan.
“Dan inget ya teman-teman. Nanti kalau mulai hiring, hiring itu adalah tahap yang paling penting dalam membangun culture perusahaan. Yang namanya training, leadership, membina, itu efektivitasnya jauh di bawah meng-hire orang yang tepat dari awal,” tegas Marshall.
For
You
- Indonesia Summit 2026
- Soccer Time
- Iklanin di IDN
- Suara Kamu
- #Berhaji
- INSIDENESIA
- #LokalBerdaya
- Profil Dokter
- Quiz
- Join Community
KDM Tegaskan Sekolah Maung Bukan Mau Ciptakan Kesenjangan Baru
17 Jun 2026, 14:34 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Sekolah Maung dibentuk bukan untuk menciptakan kesenjangan, melainkan wadah bagi siswa berprestasi tinggi agar bisa berkembang dan berkompetisi secara sehat.
- Dedi menjelaskan sistem zonasi sebelumnya membuat komposisi siswa di sekolah favorit menjadi beragam, sehingga muncul berbagai persoalan yang mendorong lahirnya kembali sekolah unggulan seperti Sekolah Maung.
- Pemerintah tetap memberi perhatian pada siswa yang masuk melalui zonasi dengan menyediakan beasiswa di sekolah swasta, memastikan akses pendidikan tetap merata bagi semua kalangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article
Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan Sekolah Manusia Unggul (Maung) di Jawa Barat melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bukan untuk menimbulkan kesenjangan sistem pendidikan di daerahnya, melainkan ruang bagi siswa dengan kemampuan akademik tinggi untuk berkembang dan berkompetisi.
Dedi mengatakan, sejak dahulu setiap daerah memiliki sekolah yang dikenal sebagai sekolah favorit. Di tingkat kabupaten, sekolah tersebut umumnya adalah SMA Negeri 1, sedangkan di Kota Bandung dikenal SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5.
“Di situ berkumpulnya anak-anak yang punya IQ yang tinggi, punya nilai akademis yang tinggi. Nah, sehingga mereka bisa berkumpul pada satu sekolah untuk berkompetisi sama-sama pinter,” kata Dedi dalam program Indonesia Summit 2026 by IDN Times, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, penerapan sistem zonasi pada tahun-tahun sebelumnya membuat komposisi siswa di sekolah favorit menjadi lebih beragam. Dengan zonasi, siswa berprestasi, siswa dengan kemampuan akademik biasa, hingga siswa yang memiliki masalah kedisiplinan berada dalam satu lingkungan yang sama.
Dedi menilai, kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan di sejumlah sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah unggulan.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat kembali memberikan ruang bagi siswa dengan prestasi akademik tinggi untuk bersekolah di sekolah unggulan yang disebut Sekolah Maung.
Dia menegaskan, siswa yang secara wilayah atau zonasi berhak masuk ke sekolah tersebut tetap akan mendapatkan perhatian dari pemerintah.
"Untuk itu saya punya kebijakan, sudah, anak-anak yang punya kepandaian yang lebih, kalau dulu NEM (nilai)-nya paling tinggi, tetap masuk di sekolah-sekolah favorit, disebutnya Sekolah Maung. Yang lain, itu masuk di sekolah yang lainnya," kata dia.
"Tetapi anak-anak yang berhak masuk ke Sekolah Maung karena zonasi, tetap dia diberikan beasiswa di sekolah swasta oleh pemerintah," lanjut dia.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.








![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)








