Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kesalahan Jualan yang Bikin Calon Pelanggan Kabur
ilustrasi diskon produk (Pexels.com/Reyney Poojary)
  • Penjual perlu menonjolkan manfaat produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, bukan hanya memaparkan fitur atau spesifikasi.
  • Proses pembelian harus sederhana dan transparan, termasuk harga, biaya pengiriman, metode pembayaran, serta langkah checkout yang jelas.
  • Hindari dorongan jualan berlebihan; bangun kepercayaan melalui informasi memadai, reputasi bisnis, serta respons terhadap ulasan dan komentar pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendapatkan calon pelanggan baru memang bukan perkara mudah. Pelaku usaha perlu membuat produk mudah ditemukan, menarik perhatian, sekaligus meyakinkan orang bahwa produk tersebut layak dibeli. Namun, usaha mendatangkan pelanggan bisa sia-sia jika calon pembeli justru pergi setelah melihat produk atau berinteraksi dengan penjual.

Masalahnya terkadang bukan karena produk tidak bagus, melainkan karena cara menjualnya membuat calon pelanggan ragu. Berikut tiga kesalahan jualan yang sebaiknya dihindari agar calon pelanggan tidak kabur sebelum melakukan transaksi. Simak, ya!

1. Terlalu fokus menjelaskan produk, tapi lupa kebutuhan pelanggan

ilustrasi produk (Pexels.com/Kampus Production)

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah penjual terlalu banyak membicarakan fitur produk tanpa menjelaskan manfaatnya bagi calon pelanggan. Misalnya, penjual menawarkan sepatu dengan menjelaskan bahan dan ukurannya. Informasi tersebut memang penting, tetapi calon pelanggan juga ingin tahu manfaat produk tersebut.

Dilansir Small Business Administration (SBA), fitur merupakan hal yang dimiliki sebuah produk, sedangkan manfaat menunjukkan bagaimana produk tersebut membantu pelanggan. Daripada hanya menjelaskan bahan dan ukuran sepatu, penjual bisa menjelaskan bahwa sepatu itu cocok digunakan dalam suasana tertentu. Dengan begitu, calon pelanggan tidak sekadar mengetahui spesifikasi produk, tetapi juga memahami alasan mengapa produk tersebut relevan dengan kebutuhannya.

2. Membuat calon pelanggan bekerja terlalu keras untuk membeli

ilustrasi live streaming produk (Pexels.com/MART PRODUCTION)

Calon pelanggan bisa saja sudah tertarik dengan produk, tetapi batal membeli karena prosesnya terlalu rumit. Contohnya, informasi harga tidak jelas, biaya pengiriman baru muncul di akhir, pilihan pembayaran terbatas, atau calon pembeli harus melewati terlalu banyak langkah sebelum menyelesaikan transaksi. Dilansir Shopify, pengalaman checkout yang buruk dapat membuat calon pembeli meninggalkan keranjang. Biaya tambahan yang tidak terduga, proses checkout yang terlalu panjang, keterbatasan metode pembayaran, hingga masalah teknis dapat menjadi hambatan dalam menyelesaikan pembelian.

Karena itu, penjual perlu membuat proses pembelian sesederhana mungkin. Cantumkan harga dan informasi penting secara jelas, berikan pilihan pembayaran yang relevan, serta pastikan pelanggan tahu langkah berikutnya yang harus dilakukan. Prinsipnya adalah jangan membuat pelanggan berpikir terlalu banyak hanya untuk membeli sesuatu.

3. Terlalu agresif menjual tanpa membangun kepercayaan

ilustrasi live streaming produk (Pexels.com/Hanna Pad)

Kesalahan lain adalah terus-menerus mendorong calon pelanggan untuk membeli tanpa memberikan informasi yang cukup untuk membuat mereka percaya. Pemasaran yang terlalu berorientasi pada penjualan dapat menjadi masalah jika bisnis tidak memberikan alasan yang cukup bagi calon pelanggan untuk mengambil tindakan. Bisnis juga perlu memperhatikan reputasi dan respons terhadap komentar maupun ulasan pelanggan.

Kepercayaan juga dapat dibangun melalui ulasan pelanggan. Google menyebut ulasan dapat membantu bisnis lebih menonjol sekaligus memberikan informasi bagi calon pelanggan. Google juga menyarankan bisnis merespons ulasan untuk menunjukkan bahwa masukan pelanggan diperhatikan. Jadi, jangan hanya meminta calon pelanggan membeli. Berikan informasi yang membantu mereka merasa yakin sebelum mengambil keputusan.

Calon pelanggan kabur tidak selalu karena harga produk terlalu mahal atau produk kalah bagus dari kompetitor. Bisa jadi, mereka hanya merasa tidak cukup yakin, terlalu repot, atau tidak melihat alasan yang jelas untuk membeli. Dengan memperbaiki cara menawarkan manfaat, menyederhanakan proses pembelian, dan membangun kepercayaan, peluang calon pelanggan berubah menjadi pembeli pun bisa semakin besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article