Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketegangan Iran-AS Mereda, Purbaya: Beban Subsidi Energi Bisa Turun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
  • Meredanya ketegangan Iran-AS dinilai memberi ruang fiskal tambahan karena tekanan harga minyak dunia menurun, sehingga beban subsidi energi bisa lebih terkendali.
  • Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global karena perubahan harga minyak berpengaruh langsung terhadap besaran subsidi dan kompensasi dalam APBN.
  • Sebelumnya, gejolak geopolitik sempat mendorong kenaikan harga minyak, namun kini potensi penurunan risiko pasokan energi membuka peluang pengalihan anggaran ke program prioritas pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai meredanya ketegangan geopolitik oran-AS berpotensi memberikan tambahan ruang fiskal bagi pemerintah. Salah satu faktor yang dapat mendukung hal tersebut adalah berkurangnya tekanan terhadap harga minyak dunia sehingga kebutuhan anggaran subsidi energi dapat lebih terkendali.

Purbaya mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi potensi lonjakan harga energi global dengan menyediakan cadangan anggaran untuk subsidi energi. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko geopolitik yang sempat memicu kekhawatiran pasar.

"Kan, kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi jadi berkurang," ujar Purbaya dikutip Selasa (16/6/2026).

1. Kebutuhan belanja subsidi diprediksi lebih rendah

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut dia, apabila kondisi geopolitik membaik dan harga energi global kembali stabil, kebutuhan belanja subsidi berpotensi lebih rendah dari perkiraan awal. Dengan demikian, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk mendanai berbagai program prioritas.

"Sehingga (subsidi energi) akan jauh berkurang, ada ruang untuk membiayai program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden. Jadi kita lihat seperti apa dan nanti kita sesuaikan," katanya.

2. Bakal terus pantau perkembangan harga energi global

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Rehia Sebayang)

Purbaya menjelaskan perkembangan situasi global, khususnya yang berkaitan dengan pasar energi, akan terus dipantau pemerintah.

Pasalnya, perubahan harga minyak dunia memiliki pengaruh langsung terhadap besaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.

3. Gejolak gepopolitik sempat mendorong kenaikan harga minyak dunia

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Pergerakan harga minyak dunia sempat mengalami volatilitas akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas fiskal dan ketahanan APBN apabila harga energi bergerak lebih tinggi dari asumsi yang ditetapkan.

Namun, apabila ketegangan geopolitik mereda dan risiko gangguan pasokan energi berkurang, tekanan terhadap anggaran subsidi energi juga berpotensi menurun. Kondisi ini dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke program-program prioritas lainnya tanpa menambah beban fiskal secara signifikan.

Editorial Team

Related Article