Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Keyakinan Konsumen Melandai, Warga Perbesar Tabungan dan Kurangi Utang
ilustrasi menabung untuk mudik Lebaran (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2026 turun ke 125,2 dari 127,0, namun tetap di zona optimis karena masih jauh di atas ambang batas 100 menurut Bank Indonesia.
  • Masyarakat menilai penghasilan dan lapangan kerja membaik, terlihat dari kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menjadi 115,9 dengan optimisme tertinggi pada usia 20–30 tahun.
  • Porsi pendapatan untuk konsumsi dan cicilan menurun, sementara alokasi tabungan meningkat hingga 17,7 persen, menunjukkan tren masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2026 terpantau melandai ke level 125,2 dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 127,0. Namun, Bank Indonesia (BI) mencatat angka tersebut tetap berada di zona optimis karena masih jauh di atas ambang batas 100.

​Tetap kuatnya keyakinan masyarakat didorong oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi yang masih kokoh untuk enam bulan ke depan. Secara kelompok usia, responden berumur 20-30 tahun menjadi yang paling optimis dengan indeks mencapai 133,7.

"Keyakinan konsumen yang tetap optimis pada Februari 2026 bersumber dari peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan tetap kuatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan," tulis BI dikutip IDN Times, Senin (9/3/2026).

1. Masyarakat merasa penghasilan dan lapangan kerja membaik

Ilustrasi upah (IDN Times)

Peningkatan tipis terjadi pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik menjadi 115,9 dari sebelumnya 115,1. Kenaikan ini dipicu oleh seluruh komponen pembentuknya, mulai dari penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, hingga minat masyarakat dalam membeli barang tahan lama (durable goods).

Keyakinan terhadap penghasilan saat ini terpantau meningkat, terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp5 juta per bulan. Selain itu, ketersediaan lapangan kerja juga dinilai lebih baik oleh responden berpendidikan SMA dan mayoritas kelompok usia.

"IKLK (Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja) meningkat pada sebagian besar kelompok usia, meskipun kelompok usia >60 tahun masih berada pada zona pesimis," tulis BI.

2. Ekspektasi ekonomi masa depan masih di level optimistis

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk periode enam bulan ke depan, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat sebesar 134,4. Walaupun angka itu lebih rendah dari Januari 2026 yang sebesar 138,8, masyarakat terpantau masih sangat optimistis terhadap prospek penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha ke depan.

Optimisme tertinggi mengenai penghasilan di masa depan datang dari kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan. Secara spasial, beberapa kota besar seperti Surabaya, Banjarmasin, Palembang, dan Makassar mencatatkan peningkatan ekspektasi yang signifikan dibandingkan wilayah lainnya.

"Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran meskipun menurun dibandingkan bulan sebelumnya," kata dia.

3. Porsi tabungan meningkat dan cicilan utang menurun

Ilustrasi Menabung (freepik.com/Jcomp)

Dari sisi keuangan personal, masyarakat terpantau lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi turun menjadi 71,6 persen dari sebelumnya 72,3 persen. Penurunan juga terjadi pada porsi pembayaran cicilan atau utang yang kini berada di angka 10,6 persen.

Sebaliknya, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan meningkat menjadi 17,7 persen dibandingkan bulan lalu yang sebesar 16,5 persen. Tren menabung terjadi di seluruh kelompok pengeluaran.

"Porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta," tulis BI.

Editorial Team