Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konflik Timur Tengah Bikin RI Kehilangan 25 Persen Sumber Impor BBM
Ilustrasi kapal tanker yang berlayar di perairan terbuka (pexels.com/Alexander Bobrov)
  • Konflik di Timur Tengah membuat Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM.

  • Pemerintah melakukan pencarian pasokan atau hunting untuk menjaga stok BBM nasional tetap tersedia.

  • Peserta lelang relatif tidak tersedia, sehingga pemerintah mencari negara dengan kelebihan stok BBM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (5/10/2026)

Laode Sulaeman menyampaikan bahwa Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM sejak konflik di Timur Tengah. Ia juga menjelaskan upaya pemerintah mencari pasokan untuk menjaga stok nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
  • Who?
    Kementerian ESDM, melalui Dirjen Migas Laode Sulaeman, menyampaikan kondisi pasokan BBM tersebut.
  • Where?
    Konflik terjadi di Timur Tengah, sedangkan dampaknya dirasakan pada pasokan impor BBM Indonesia.
  • When?
    Kehilangan sumber impor terjadi sejak konflik di Timur Tengah. Pernyataan disampaikan Senin (5/10/2026).
  • Why?
    Konflik tersebut berdampak pada pasokan impor BBM dan membuat peserta lelang relatif tidak tersedia.
  • How?
    Pemerintah mencari pasokan melalui hunting dan negara yang memiliki kelebihan stok BBM, meski harganya berpotensi lebih tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konflik di Timur Tengah membuat Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM. Kementerian ESDM dan Laode Sulaeman bilang pemerintah harus mencari pasokan lain. Pemerintah melakukan hunting dan mencari negara yang punya stok lebih. Sekarang peserta lelang BBM relatif tidak ada, dan harga beli bisa lebih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan mekanisme pengadaan sebelumnya ketika sumber impor berkurang. Upaya hunting dan pencarian negara dengan kelebihan stok menunjukkan adanya langkah untuk menjaga ketersediaan BBM nasional, meski pembelian pasokan tersebut berpotensi dilakukan dengan harga lebih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konflik yang terjadi di Timur Tengah berdampak pada pasokan impor BBM Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor sejak konflik tersebut terjadi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kondisi itu membuat pemerintah harus mencari cara untuk menjaga ketersediaan stok bahan bakar minyak nasional.

"Semenjak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25 persen sumber impor," katanya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (5/10/2026).

1. Pemerintah berburu pasokan BBM

ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

Laode mengatakan pemerintah telah melakukan pencarian pasokan atau hunting untuk memastikan stok BBM nasional tetap tersedia. Cara tersebut berbeda dari mekanisme pengadaan yang sebelumnya digunakan.

Menurut dia, kondisi saat ini membuat pemerintah tidak lagi sepenuhnya mengandalkan mekanisme pengadaan seperti sebelumnya untuk mendapatkan pasokan BBM.

"Yang dilakukan sekarang adalah kita melakukan hunting. Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada, dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya," ujar dia.

2. Peserta lelang BBM kini relatif sepi

Ilustrasi: kapal tanker VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. (Dok. PT Pertamina International Shipping)

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mendapatkan pasokan BBM melalui mekanisme lelang. Namun, menurut Laode, kondisi pasar saat ini membuat peserta lelang relatif tidak tersedia. Pemerintah perlu mencari sumber pasokan lain untuk memenuhi kebutuhan.

"Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatively pesertanya tidak ada," tuturnya.

3. Siap bayar dengan harga lebih tinggi

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Pemerintah kemudian mencari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM. Pasokan tersebut dapat dibeli untuk menjaga ketersediaan stok nasional. Laode mengatakan harga pembelian melalui cara tersebut berpotensi lebih tinggi.

"Jadi kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," kata Laode.

Curated For You

Editorial Team

Related Article