Kebijakan tarif Donald Trump kini menghadapi tantangan politik yang lebih besar setelah Partai Demokrat memenangkan kendali DPR dan Senat dalam pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026. Perubahan tersebut akan memberikan Demokrat kendali atas sejumlah komite Kongres yang bertugas mengawasi kebijakan perdagangan pemerintah. Kondisi ini membuka peluang pemeriksaan lebih ketat terhadap keputusan tarif yang selama dua tahun terakhir menjadi bagian penting dari agenda ekonomi Trump.
Namun, perubahan kekuatan di Kongres belum tentu membuat seluruh tarif impor Trump dibatalkan. Presiden AS masih memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif melalui sejumlah aturan perdagangan yang sebelumnya telah disahkan Kongres. Karena itu, pertarungan kebijakan perdagangan AS pada 2027 kemungkinan akan berlangsung melalui pengawasan politik, proses legislasi, dan kewenangan eksekutif.