Kazakhstan Targetkan Proyek Data Center Valley Capai 1 GW pada 2029

Kazakhstan menargetkan kapasitas Data Center Valley di Pavlodar mencapai 1 GW pada 2029 untuk mendukung ekonomi digital, dengan tiga fasilitas pertama sedang dibangun.
Proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan ekspor 3,1 miliar dolar AS per tahun dan menarik investasi 115 miliar dolar AS selama 20 tahun operasional.
Tahap pertama berkapasitas 304 MW dijadwalkan beroperasi sepanjang 2027, sementara tahap kedua menyiapkan tambahan kapasitas hingga 1.040 MW melalui sejumlah investor.
Jakarta, IDN Times - Kazakhstan berencana meningkatkan kapasitas proyek Data Center Valley di Wilayah Pavlodar menjadi 1 gigawatt (GW) pada 2029 mendatang. Proyek tersebut mendukung upaya negara dalam mengembangkan ekonomi digital, seiring berlangsungnya pembangunan tiga fasilitas pertama serta pencarian investor untuk tahap lanjutan.
Perdana Menteri Olzhas Bektenov memimpin rapat untuk meninjau progres konstruksi, penarikan investasi, dan rencana perluasan proyek pada Jumat (6/11/2026) waktu setempat. Bektenov menegaskan pentingnya proyek ini bagi pembangunan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur komputasi.
Table of Content
1. Potensi pendapatan ekspor dan total nilai investasi

ilustrasi uang (pexels.com/John Guccione www.advergroup.com) Dilansir Xinhua, proyek Data Center Valley diperkirakan menghasilkan pendapatan ekspor sekitar 3,1 miliar dolar AS atau Rp56,06 triliun (kurs Rp18.085) per tahun. Nilai tersebut disampaikan oleh dinas pers perdana menteri Kazakhstan, mengutip paparan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital Zhaslan Madiyev.
Total investasi di Kazakhstan selama 20 tahun masa operasional pusat data diproyeksikan mencapai 115 miliar dolar AS atau setara Rp2.079,78 triliun berdasarkan estimasi firma konsultan KPMG. Selain itu, pemerintah menargetkan pembentukan klaster komputasi berskala 100 ribu unit pemroses grafis dengan rencana investasi 10 miliar dolar AS atau setara Rp180,85 triliun.
2. Rincian pembangunan fasilitas pada tahap pertama

ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles) Tahap pertama proyek melibatkan pembangunan tiga pusat data dengan total kapasitas gabungan mencapai 304 megawatt (MW). Fasilitas dengan kapasitas masing-masing sebesar 68 MW, 164 MW, dan 72 MW dijadwalkan mulai beroperasi berturut-turut pada kuartal kedua, ketiga, dan keempat 2027.
Ketua Kazakhtelecom Bagdat Mussin melaporkan, fasilitas berkapasitas 68 MW kini memasuki tahap peletakan fondasi serta pembangunan fasilitas infrastruktur dan gedung administrasi. Di sisi lain, penggalian tanah pada fasilitas kedua berkapasitas 164 megawatt pusat data Firebird AI telah mencapai 70 persen dengan rencana perluasan kapasitas komputasi serta infrastruktur energi.
3. Target ekspansi kapasitas komputasi tahap kedua

ilustrasi pusat data (pexels.com/panumas nikhomkhai) Dilansir The Astana Times, perjanjian awal tahap kedua telah disepakati bersama Gaw Capital, Boosteroid, dan Firebird untuk mengerahkan kapasitas 480 MW yang berpotensi diperluas ke 620 MW. Tahap berikutnya ini dipersiapkan untuk menambah kapasitas komputasi di area tersebut.
Pemerintah juga bernegosiasi dengan Aleria, Energy Capital Global, dan China Energy untuk kapasitas tambahan 240 MW yang dapat dinaikkan hingga 420 MW. Perluasan ini memerlukan kapasitas energi tambahan serta infrastruktur teknik, sementara pembahasan rapat juga mencakup perkembangan klaster supercomputer ketiga. Bektenov menginstruksikan Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital bersama Kazakhtelecom agar memastikan penyelesaian proyek sesuai jadwal.




















