Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan

4 min read
Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan
Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan (Dok. Istimewa)
  • Oona Insurance Indonesia membukukan premi bruto Rp1,1 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik 49,7 persen tahunan, sementara laba bersih melonjak 80,5 persen menjadi Rp113,6 miliar.
  • Berdasarkan data AAUI kuartal II 2026, Oona menjadi perusahaan asuransi kendaraan bermotor terbesar ketujuh, dengan pangsa pasar meningkat dari 3,2 persen menjadi 3,8 persen.
  • Pada 2027, Oona akan memperkuat distribusi omnichannel dan memperluas produk ke asuransi properti, teknik, kecelakaan diri, serta perjalanan, didukung teknologi digital dan pengelolaan risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Industri asuransi umum Indonesia menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah pertumbuhan pasar yang beragam. Di tengah kondisi tersebut, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk atau Oona Insurance Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat posisinya di industri asuransi kendaraan bermotor.

Berdasarkan data industri yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk kuartal II 2026, Oona menempati posisi ketujuh sebagai perusahaan asuransi kendaraan bermotor terbesar di Indonesia. Pencapaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026.

Oona membukukan premi bruto gabungan atau Gross Written Premium (GWP) sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 49,7 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih setelah pajak mencapai Rp113,6 miliar atau meningkat 80,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berikut tiga faktor yang menjadi bagian dari perkembangan bisnis Oona di industri asuransi Indonesia.

  1. 1. Catat pertumbuhan premi dan laba bersih sepanjang 2026

    (ki-ka) Prashant Shetty, Chief Marketing Officer - Liani Chandra, Chief Financial Officer - Vincent C. Soegianto, President Director & CEO - Kristina Soenarto, Chief Transformation Officer - Iwan Kurniawan, Investment & Strategy.JPG
    Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan (Dok. Istimewa)

    Kinerja Oona pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan dari sisi pendapatan maupun profitabilitas. Perusahaan mencatatkan GWP sebesar Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan tahunan 49,7 persen.

    Tidak hanya dari sisi premi, laba bersih setelah pajak Oona juga meningkat menjadi Rp113,6 miliar atau tumbuh 80,5 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh disiplin operasional dan seleksi risiko yang cermat. Perusahaan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas underwriting agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan.

    Founder and Group CEO Oona Insurance Group, Abhishek Bhatia, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar andalan perusahaan dalam mengembangkan model bisnis asuransi modern di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, ketahanan ekonomi dan adopsi teknologi digital membuka peluang besar bagi model-model asuransi modern di seluruh kawasan Asia Tenggara.

    "Sebagai pasar andalan kami, Indonesia menjadi bukti bahwa penggabungan infrastruktur digital yang mutakhir dengan proses underwriting yang ketat menciptakan pola yang dapat ditiru untuk pertumbuhan berkelanjutan di seluruh kawasan ini," kata Abhishek.

    "Momentum kuat kami di sini semakin memperkuat komitmen Oona untuk menjadi perusahaan asuransi paling berorientasi pada pelanggan dan paling transformatif di Asia Tenggara, yang dibangun atas kepercayaan yang kokoh dari para pemilik kebijakan, agen, dan seluruh mitra ekosistem terkait.”

  2. 2. Perkuat posisi di industri asuransi kendaraan bermotor

    Vincent C. Soegianto, President Director & CEO, Oona Insurance Indonesia - 2.JPG
    Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan (Dok. Istimewa)

    Selain pertumbuhan kinerja keuangan, Oona juga memperkuat posisinya di segmen asuransi kendaraan bermotor. Berdasarkan data AAUI untuk kuartal II 2026, perusahaan berada di peringkat ketujuh sebagai perusahaan asuransi kendaraan bermotor terbesar di Indonesia.

    Pangsa pasar Oona di segmen tersebut meningkat dari 3,2 persen menjadi 3,8 persen. Perusahaan juga mencatatkan kenaikan GWP sebesar Rp72,3 miliar, meskipun pertumbuhan industri asuransi kendaraan bermotor secara keseluruhan melambat menjadi 5 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator penguatan bisnis Oona di tengah persaingan industri asuransi umum.

    President Director & CEO Oona Insurance Indonesia, Vincent C Soegianto, mengatakan posisi tersebut mencerminkan skala operasional perusahaan sekaligus upaya menjaga kualitas pelayanan kepada pemegang polis.

    “Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis ritel yang paling menantang di Indonesia. Posisi ke-7 ini semakin membuktikan skala operasional kami, yang didasari oleh prioritas dalam menjaga kepercayaan tersebut dengan memastikan proses penyelesaian klaim yang cepat dan proses underwriting yang disiplin," tuturnya.

    "Kami ingin memastikan bahwa kami memberikan penyelesaian klaim yang lancar bagi para pemegang polis, sekaligus menjaga kesehatan keuangan perusahaan dalam jangka panjang dan integritas bisnis kami di Indonesia.”

    Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Oona juga memperkuat infrastruktur klaim digital dan menyederhanakan alur kerja operasional. Upaya tersebut mencakup penyederhanaan proses klaim, percepatan persetujuan perbaikan melalui workshop atau pelatihan mitra resmi, serta penerapan pengendalian risiko yang ketat. Langkah ini ditujukan agar pemegang polis dapat memperoleh penyelesaian klaim lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas penjaminan.

  3. 3. Perluas distribusi dan lini bisnis pada 2027

    Vincent C. Soegianto, President Director & CEO, Oona Insurance Indonesia - 3.JPG
    Laba Oona Naik 80,5 Persen, Masuk 7 Besar Asuransi Kendaraan (Dok. Istimewa)

    Memasuki 2027, Oona berencana mempertahankan pertumbuhan bisnis melalui penguatan strategi distribusi omnichannel. Strategi tersebut akan dijalankan melalui aliansi dengan perusahaan multi-finance institusional, jaringan agen bersertifikat, platform digital langsung, hingga ekosistem gaya hidup dengan frekuensi transaksi tinggi.

    Selain memperkuat bisnis asuransi kendaraan bermotor, perusahaan juga berencana memperluas jangkauan secara bertanggung jawab ke sejumlah lini asuransi non-kendaraan bermotor. Beberapa segmen yang menjadi sasaran pengembangan meliputi asuransi properti, asuransi teknik, kecelakaan diri, dan perlindungan perjalanan.

    Vincent mengatakan pengembangan ekosistem asuransi yang terintegrasi menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menghadapi tahun mendatang.

    "Menjelang tahun 2027, fokus kami adalah membangun ekosistem asuransi yang dapat diakses dengan lancar melalui setiap saluran, mulai dari mitra lembaga keuangan dan agen hingga platform digital langsung. Hal yang terpenting adalah bahwa tonggak sejarah ini menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk memajukan sektor asuransi Indonesia dengan membangun ekosistem perlindungan yang lebih transparan, efisien, dan dapat diandalkan bagi bangsa ini,” tutup Vincent.

    Melalui strategi tersebut, Oona berupaya memperkuat jangkauan distribusi sekaligus mengembangkan portofolio produk asuransi. Perusahaan juga menempatkan teknologi digital, pelayanan pelanggan, dan kualitas pengelolaan risiko sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnisnya di Indonesia.

Related Articles

See More