Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NVIDIA Kehilangan US$450 Miliar, Saham Chip AS Anjlok 12%

4 min read
NVIDIA Kehilangan US$450 Miliar, Saham Chip AS Anjlok 12%
ilustrasi seorang investor (pexels.com/AlphaTradeZone)
  • NVIDIA kehilangan US$450 miliar kapitalisasi pasar setelah sahamnya turun sekitar 9 persen, sementara aksi jual menghapus lebih dari US$1,5 triliun nilai perusahaan chip.
  • Indeks semikonduktor Philadelphia turun sekitar 12 persen, penurunan harian terburuk sejak Maret 2020; AMD, Broadcom, TSMC, serta produsen memori dan penyimpanan ikut melemah.
  • Kekhawatiran pengawasan pusat data dan keraguan atas laba dari belanja AI besar-besaran membuat investor menekan saham perusahaan chip, komputasi, jaringan, dan infrastruktur AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Wall Street mengalami salah satu aksi jual saham teknologi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pada Kamis, 5 November 2026, NVIDIA kehilangan US$450 miliar kapitalisasi pasar, sementara indeks semikonduktor Amerika Serikat (AS) merosot sekitar 12 persen. Gelombang penjualan ini juga menghapus lebih dari US$1,5 triliun nilai pasar perusahaan chip secara keseluruhan.

Tekanan tersebut muncul setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu sela AS memicu kekhawatiran terhadap masa depan investasi kecerdasan buatan (AI). Investor mulai mempertanyakan kelanjutan pembangunan pusat data dan besarnya dana yang digelontorkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI. Berikut empat faktor yang menjelaskan kejatuhan NVIDIA dan industri semikonduktor di Amerika Serikat.

  1. 1. NVIDIA kehilangan US$450 miliar, saham chip ikut tertekan

    ilustrasi NVIDIA
    ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente)

    NVIDIA menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak dalam aksi jual saham teknologi pada Kamis. Harga saham perusahaan tersebut anjlok sekitar 9 persen sehingga kapitalisasi pasarnya menyusut sekitar US$450 miliar dalam satu hari perdagangan. Kapitalisasi pasar merupakan nilai keseluruhan saham perusahaan berdasarkan harga saham yang sedang berlaku, bukan jumlah uang tunai yang keluar dari perusahaan.

    Tekanan terhadap NVIDIA juga menjalar ke produsen chip lainnya yang memasok kebutuhan komputasi AI. Advanced Micro Devices (AMD) mengalami penurunan sekitar 17,3 persen, sedangkan Broadcom dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) masing-masing melemah lebih dari 9 persen. Micron, SanDisk, Western Digital, dan Seagate juga mengalami tekanan karena investor mulai menjual saham perusahaan yang berkaitan dengan industri semikonduktor dan penyimpanan data.

  2. 2. Indeks semikonduktor anjlok 12 persen, terburuk sejak 2020

    ilustrasi chip
    ilustrasi chip (unsplash.com/Immo Wegmann)

    Tekanan pasar terlihat jelas pada Philadelphia Semiconductor Index (SOX), yaitu indeks yang mengukur kinerja sejumlah perusahaan semikonduktor besar. Indeks tersebut merosot sekitar 12 persen pada Kamis, menjadi penurunan harian terburuk sejak Maret 2020 ketika pasar global mengalami gejolak akibat pandemik COVID-19. Penurunan ini juga membuat SOX berada sekitar 38 persen di bawah rekor tertingginya pada Juni 2026.

    Produsen chip memori dan perangkat penyimpanan data mengalami tekanan yang sangat besar selama perdagangan tersebut. Micron, SanDisk, Western Digital, dan Seagate termasuk perusahaan yang mengalami penurunan dua digit akibat aksi jual investor. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya menyasar produsen prosesor AI, tetapi juga perusahaan yang menyediakan komponen untuk menyimpan dan mengelola data dalam jumlah besar.

  3. 3. Kekhawatiran pembangunan data center menekan rantai pasok AI

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (magnific.com/DC Studio)

    Kemenangan Demokrat dalam pemilu sela AS memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pengawasan yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data. Sejumlah kandidat Demokrat mengangkat isu penggunaan listrik, air, dan lahan yang semakin besar akibat ekspansi fasilitas tersebut. Jika proyek pusat data mengalami penundaan atau pembatasan, permintaan terhadap chip, server, dan perangkat jaringan juga dapat ikut terpengaruh.

    Dampaknya meluas ke perusahaan yang menyediakan infrastruktur pendukung AI, bukan hanya produsen chip. Nebius dan CoreWeave, misalnya, mengalami penurunan tajam karena bisnis keduanya berkaitan dengan penyediaan kapasitas komputasi untuk pengembangan AI. Perusahaan perangkat jaringan dan optik seperti Astera Labs, Lumentum, dan Coherent juga terkena tekanan karena teknologi mereka mendukung pengiriman serta pemrosesan data di pusat data.

  4. 4. Investor mulai meragukan besarnya investasi AI

    ilustrasi investor
    ilustrasi investor (pexels.com/Gustavo Fring)

    Kekhawatiran terhadap regulasi bukan satu-satunya alasan investor menjual saham teknologi. Perusahaan besar seperti Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta telah menggelontorkan dana besar untuk membeli chip serta membangun infrastruktur AI. Namun, besarnya investasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat perusahaan dapat mengubah pengeluaran menjadi pendapatan dan keuntungan.

    Risiko pembiayaan juga menjadi perhatian karena sebagian perusahaan infrastruktur AI menggunakan utang untuk membiayai ekspansi pusat data. Investor kini meminta imbal hasil lebih tinggi atas pembiayaan tersebut karena mereka menilai risiko bisnis dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan semakin penting. Aksi jual pada 5 November pun memperlihatkan bahwa pasar tidak lagi hanya menghargai janji pertumbuhan AI, tetapi juga menuntut bukti keuntungan yang sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

    NVIDIA kehilangan US$450 miliar dan kejatuhan indeks semikonduktor menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi industri AI. Kemenangan Demokrat menambah ketidakpastian mengenai pembangunan pusat data, sementara besarnya belanja infrastruktur membuat investor semakin selektif dalam menilai perusahaan teknologi. Pergerakan saham chip selanjutnya akan bergantung pada perkembangan kebijakan AI, permintaan komputasi, dan kemampuan perusahaan membuktikan keuntungan dari investasi mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More