Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2026. Komponen ini memberikan kontribusi paling besar yakni, 51,97 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"(Besarnya kontribusi rumah tangga) menunjukkan bahwa masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud dalam Konferensi Pers BPS, Kamis (5/11/2026).
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga memberikan kontribusi besar terhadap PDB, yakni sebesar 30,81 persen. Dengan demikian, konsumsi rumah tangga dan investasi secara gabungan menyumbang 82,78 persen terhadap PDB nasional pada kuartal III 2026.
Sementara itu, komponen ekspor memiliki kontribusi sebesar 25,05 persen terhadap PDB. Adapun pertumbuhan ekspor tercatat sebesar 4,59 persen secara tahunan.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran, yakni sebesar 8,95 persen secara tahunan. Meski demikian, kontribusinya terhadap PDB hanya 7,28 persen.
"Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa," ungkapnya.
Data tersebut memperlihatkan konsumsi rumah tangga masih memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia, baik dari sisi kontribusi terhadap PDB maupun sumber pertumbuhan ekonomi nasional.