ilustrasi pemilu (vecteezy.com/Oleg Gapeenko)
Selain persoalan anggaran, kamu juga perlu melihat faktor politik yang lebih panjang, yaitu pemilihan presiden Prancis pada 2027. Perkembangan menuju pemilu tersebut menjadi salah satu sumber ketidakpastian yang ikut membebani obligasi pemerintah Prancis atau OAT. Investor tentu ingin mengetahui apakah pemerintahan berikutnya akan memiliki kemauan politik yang cukup kuat untuk memperbaiki kondisi keuangan negara.
John Stopford menilai pasar masih skeptis terhadap seberapa besar kemauan politik untuk melakukan konsolidasi fiskal secara signifikan. Menurutnya, perubahan pemerintahan atau prioritas kebijakan setelah pemilu memang bisa terjadi, tapi belum tentu langsung membuat kondisi fiskal menjadi lebih sehat. Karena itu, dia melihat risiko krisis bisa saja semakin terbentuk, meski belum berarti krisis tersebut sudah terjadi sekarang.
Pada akhirnya, masalah Prancis bukan sekadar soal besarnya utang, tapi juga kemampuan pemerintah untuk menunjukkan bahwa utang tersebut bisa dikendalikan. Ketika pertumbuhan ekonomi melemah, biaya pinjaman meningkat, dan parlemen sulit mencapai kesepakatan, tekanan terhadap pasar obligasi tentu menjadi lebih besar.
Bahkan, obligasi pemerintah Prancis saat ini sudah diperdagangkan lebih murah dibandingkan obligasi Italia, sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan. Buat kamu yang mengikuti kondisi ekonomi global, perkembangan anggaran Prancis dan dinamika politik menjelang 2027 menjadi hal penting untuk diperhatikan karena keduanya bisa menentukan apakah tekanan di pasar obligasi hanya sementara atau berkembang menjadi masalah yang lebih serius.