Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laba Bersih Konslidasi BUMN Capai Rp214,9 Triliun hingga Oktober 2026
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria. (IDN Times/Triyan).
  • Danantara mencatat laba bersih konsolidasi BUMN Rp214,9 triliun pada Januari–Oktober 2026, tumbuh 18,4 persen secara tahunan, yang disebut didorong transformasi perusahaan pelat merah.
  • Danantara menargetkan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun pada akhir 2026 untuk mendukung investasi dan penciptaan lapangan kerja.
  • Kinerja SIG dan Pupuk Indonesia menopang laba, sementara Danantara menargetkan penutupan atau konsolidasi sedikitnya 700 perusahaan hingga akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Danantara Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) mencapai Rp214,9 triliun pada Januari–Oktober 2026. Capaian tersebut tumbuh 18,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, peningkatan laba tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan terhadap perusahaan pelat merah.

“Transformasi yang sudah kita lakukan ini telah (membuahkan) hasil,” ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10/2026).

1. Laba bersih konsolidasi BUMN ditarget capai Rp360 triliun akhir tahun

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Sejak 2025, pengelolaan BUMN berada di bawah Danantara Indonesia. Penataan tersebut juga didukung oleh perubahan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN).

Dony menargetkan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun hingga akhir 2026. Peningkatan laba tersebut diharapkan dapat memperbesar kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, terutama melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Kalau kita bisa mencapai Rp360 triliun keuntungan, kita akan menggunakan ini untuk investasi dan memberikan lebih banyak keuntungan, lebih banyak pekerjaan ke negara kita,” kata Dony.

2. Pupuk Indonesia dan Semen Indonesia catat pertumbuhan laba signifikan

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan laba signifikan. (Dok. Pupuk Indonesia).

Dony menjelaskan, peningkatan laba bersih konsolidasi BUMN ditopang oleh perbaikan kinerja sejumlah perusahaan, termasuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Pupuk Indonesia (Persero).

SIG mencatat pertumbuhan laba sebesar 427 persen secara tahunan. Sementara itu, Pupuk Indonesia membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 233 persen setelah melakukan perubahan model bisnis.

“Semen Indonesia membukukan keuntungan, kenaikan keuntungan 427 persen. Pupuk Indonesia, kita ganti model bisnisnya dan kita kelola kenaikan pendapatan bersih 233 persen,” ujar Dony.

Secara keseluruhan, terdapat delapan BUMN yang mencatatkan kenaikan laba terbesar pada Januari–Agustus 2026. SIG menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan laba tertinggi, yakni mencapai 427 persen.


3. Transformasi BUMN akan terus dilanjutkan

Logo BUMN (bumn.go.id)

Meski mencatatkan pertumbuhan laba, Dony menegaskan, proses transformasi BUMN masih akan berlanjut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan perampingan (streamlining) melalui penutupan dan konsolidasi perusahaan.

Danantara menargetkan sedikitnya 700 perusahaan dapat ditutup atau dikonsolidasikan hingga akhir 2026. Langkah ini ditujukan untuk menata struktur perusahaan di bawah pengelolaan Danantara.

“Transformasi ini belum selesai. Kita harapkan nanti, akhir tahun ini, kita akan menyelesaikan paling tidak 700 perusahaan yang akan kita tutup dan konsolidasikan,” kata Dony.


Curated For You

Editorial Team

Related Article