Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Obligasi Danantara Laris Manis, Permintaan Investor Capai 3 Kali Lipat

2 min read
Obligasi Danantara Laris Manis, Permintaan Investor Capai 3 Kali Lipat
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. (IDN Times/Triyan)
  • Danantara Investment Management menerbitkan obligasi global perdana senilai 1,5 miliar dolar AS pada 11 Juni 2026, dengan permintaan investor mencapai 4,6 miliar dolar AS atau tiga kali lipat.
  • Obligasi dibagi menjadi seri lima tahun berkupon 5,35 persen dan 10 tahun berkupon 5,95 persen, dengan spread 34 dan 32 basis poin di atas surat utang pemerintah Indonesia.
  • Sekitar 75 persen permintaan berasal dari Eropa dan Timur Tengah, sementara Danantara memanfaatkan penerbitan ini untuk memperluas akses pasar modal internasional dan mendanai investasi strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Danantara Investment Management mencatat tingginya minat investor dalam penerbitan obligasi global perdana senilai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp26,7 triliun (kurs Rp17.800) pada 11 Juni 2026. Total permintaan yang masuk mencapai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,88 triliun, nilai tersebut tiga kali lipat dari nilai penerbitan.

Hal tersebut disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. Pandu mengatakan, penerbitan obligasi tersebut mendapat respons positif dari investor internasional. Tingginya permintaan juga didukung oleh penetapan harga yang kompetitif.

"Kami baru saja menerbitkan obligasi, obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS. (Ini) sangat menarik di pertengahan tahun, tetapi yang dapat saya sampaikan tentang obligasi ini adalah harganya sangat sesuai dengan peringkat utang Indonesia," kata dia, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan paparan Danantara, obligasi global tersebut diterbitkan dalam dua seri, masing-masing senilai 750 juta dolar AS. Seri pertama memiliki tenor lima tahun dengan kupon 5,35 persen dan jatuh tempo pada 2031. Sementara itu, seri kedua memiliki tenor 10 tahun dengan kupon 5,95 persen dan jatuh tempo pada 2036.

Pandu menjelaskan, imbal hasil obligasi Danantara memiliki selisih atau spread sebesar 34 basis poin di atas surat utang pemerintah Indonesia untuk tenor lima tahun dan 32 basis poin untuk tenor 10 tahun. Penetapan harga tersebut dinilai kompetitif karena selisih imbal hasilnya relatif tipis dibandingkan dengan surat utang pemerintah.

"Selisihnya sekitar 30 basis poin di atas imbal hasil surat utang pemerintah. Untuk tenor obligasi 5 tahun dan 10 tahun, harganya sangat bagus, sangat sesuai dengan suku bunga pemerintah," ujar Pandu.

Dari sisi investor, sekitar 75 persen permintaan obligasi berasal dari Eropa dan Timur Tengah. Sementara itu, investor Asia menyumbang sekitar 25 persen dari total permintaan, sedangkan investor dari Amerika Serikat memiliki kontribusi 50 persen dari seluruh permintaan yang masuk.

"Ada yang mengatakan bahwa orang-orang internasional tidak menganggapnya menarik. Padahal, nilai obligasi yang (masuk) hampir empat kali lipat lebih besar dari nilai sebenarnya," ucapnya.

Sebelum menerbitkan obligasi, Danantara menggelar rangkaian roadshow di sejumlah kota di Asia dan Amerika Serikat (AS) untuk menjaring minat investor global. Penerbitan tersebut dilakukan di tengah dinamika pasar global, termasuk pergerakan imbal hasil US Treasury, inflasi, konflik di Timur Tengah, serta kondisi pasar negara berkembang.

Melalui penerbitan obligasi global ini, Danantara juga memperluas kehadirannya di pasar modal internasional sekaligus memperoleh sumber pendanaan untuk mendukung mandat investasinya di berbagai sektor strategis.

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More