Potret area kerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Dok. PTBA)
Total aset pada 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp48,1 triliun atau naik 10 persen dibandingkan dengan akhir 2025 yang tercatat sebesar Rp43,92 triliun. Hal tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas serta piutang usaha Perusahaan seiring dengan peningkatan pendapatan Perusahaan.
Total liabilitas pada 30 Juni 2026 tercatat naik 7 persen dari posisi pada akhir Desember 2025 sebesar Rp21,3 triliun, menjadi Rp22,76 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat naik 12 persen dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp22,62 triliun menjadi Rp25,34 triliun pada 30 Juni 2026.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat naik dari sebelumnya Rp2,22 triliun menjadi Rp4,63 triliun atau naik 108 persen (yoy). Kenaikan itu terutama disebabkan oleh kenaikan penerimaan dari pelanggan.
Lalu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat turun dari periode sebelumnya Rp1,34 triliun menjadi Rp1,26 triliun sampai dengan 30 Juni 2026. Penurunan itu terutama disebabkan oleh penurunan perolehan aset tetap dan tanaman produktif.
Sementara, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat naik dari periode sebelumnya Rp1 triliun menjadi Rp1,06 triliun sampai dengan 30 Juni 2026. Kenaikan itu seiring dengan adanya peningkatan atas pembayaran pinjaman bank.
Belanja modal sampai dengan 30 Juni 2026 terealisasi sebesar Rp1,09 triliun dengan mayoritas digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.