Jakarta, IDN Times - Lalu lintas kapal dagang komoditas yang terdeteksi oleh sistem pelacak navigasi publik di Selat Hormuz dilaporkan menurun drastis menjadi kurang dari 20 armada pada akhir pekan, Sabtu (22/8/2026) dan Minggu (23/8/2026). Penurunan aktivitas pelayaran komoditas energi tersebut terjadi di tengah pengawasan ketat serta aksi blokade ganda yang diterapkan oleh militer Amerika Serikat dan Iran di kawasan perairan vital tersebut.
Kondisi ini menekan jalur distribusi minyak dunia karena Selat Hormuz merupakan pintu gerbang utama lalu lintas pengangkutan energi global. Penyempitan arus pelayaran yang tampak secara publik ini memicu keprihatinan baru di pasar internasional, mengingat ketegangan geopolitik antara Washington dan Tehran terus meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.
