Legislator Golkar Dukung Program Trans Sumatra Railway Prabowo

- Anggota Komisi V DPR Musa Rajekshah mendukung program Trans Sumatra Railway Presiden Prabowo untuk menghubungkan jalur kereta dari wilayah selatan hingga utara Sumatra.
- Menurut Musa, jaringan kereta lintas Sumatra diharapkan meningkatkan mobilitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
- Prabowo meminta PT KAI dan Kementerian Perhubungan menghubungkan jalur dari Bakauheni hingga Medan, lalu mendorong pembangunan Trans Kalimantan dilakukan bersamaan.
Jakarta, IDN Times – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, mendukung penuh program Trans Sumatra Railway yang menjadi salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program tersebut dirancang untuk membangun jaringan kereta api di wilayah selatan hingga Sukatra Pulau Sumatra.
Proyek Trans Sumatra Railway dicanangkan untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Sumatra.
"Komisi V DPR RI mendukung penuh program Trans Sumatra Railway yang menjadi program Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jaringan kereta api yang menghubungkan wilayah selatan Pulau Sumatra hingga utara Pulau Sumatra," kata Rajekshah kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
1. Trans Sumatra Railway dukung pertumbuhan ekonomi nasional

Anggota Fraksi Golkar itu menilai, jaringan kereta api di lintas Sumatra akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, proyek ini juga diyakini memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
"Infrastruktur transportasi yang terintegrasi dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan wilayah," kata dia.
2. Konektivitas mendukung pertumbuhan ekonomi

Musa menekankan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program strategis pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, pengembangan jaringan perkeretaapian tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, melainkan juga meningkatkan daya saing daerah, mendorong investasi, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata di Pulau Sumatra.
“Konektivitas yang semakin baik, saya optimistis pertumbuhan ekonomi, mobilitas masyarakat, dan pemerataan pembangunan di Sumatra akan semakin meningkat,” ujar Musa Rajekshah.
3. Prabowo minta KAI garap proyek Trans Sumatra Railway

Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026). Dalam pidatonya, Prabowo meminta PT KAI (Persero) untuk menghubungkan jalur kereta di Trans Sumatra.
"Habis ini Trans Sumatra Railway dari Bandar Lampung ya, mana titik yang paling selatan? Bandar Lampung ya? Titik yang paling selatan Bakauheni sampai ke titik paling utara, Medan," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian bertanya kesanggupan PT KAI dan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, kalau memberi tugas harus yang berat.
"Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan? Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan, ya," kata dia.
Setelah Trans Sumatra terhubung, Kepala Negara juga meminta agar jalur kereta di Trans Kalimantan ikut tersambung. Ia pun meminta proyek pengerjaannya dibuat bersamaan.
"Habis Trans-Sumatra nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan, ya. Indonesia menghadapi masa depan dengan optimis, dengan gembira, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah," imbuhnya.

















