Siklus pergantian perangkat elektronik yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru bagi industri gadget, yakni pengelolaan limbah elektronik (electronic waste atau e-waste). Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan, ekonomi sirkular mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan yang dapat membantu memperpanjang siklus hidup perangkat elektronik sekaligus mengurangi potensi limbah.
Salah satu implementasinya adalah melalui program trade-in, yang memungkinkan perangkat lama kembali masuk ke dalam rantai pemanfaatan yang lebih terstruktur. Pendekatan ini juga mulai mendapat perhatian investor seiring berkembangnya praktik investasi berkelanjutan.
Analis capital market dan Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai ekonomi sirkular adalah sebuah pendekatan yang penting. meski belum menjadi kewajiban dalam penilaian investasi, ekonomi sirkular mulai memiliki relevansi dalam pembahasan ESG.
"Regulator terus mendorong investasi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, di mana ESG menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Memang saat ini belum ada standar baku dalam menilai ESG suatu investasi, namun ekonomi sirkular dapat menjadi salah satu aspek yang dinilai," ujar Wawan.
