Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Posisi INA Pepet Temasek, Jadi Modal Jaring Investor Global

Posisi INA Pepet Temasek, Jadi Modal Jaring Investor Global
ilustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • INA meraih skor GSR 92 persen dari Global SWF, menempatkannya tepat di bawah Temasek dalam penilaian sekitar 200 sovereign wealth fund global.
  • Penilaian GSR mencakup tata kelola, transparansi, dan disiplin investasi melalui sekitar 25 indikator; aspek ini dinilai krusial di tengah ketidakpastian global dan dinamika investasi.
  • INA ingin memanfaatkan kredibilitas tata kelola untuk menarik mitra investasi domestik maupun asing, sekaligus membantu investor masuk dan berinvestasi di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Posisi Indonesia Investment Authority (INA) yang berada di bawah Temasek, perusahaan investasi global milik Singapura dalam penilaian Governance, Sustainability and Resilience (GSR) Scoreboard Global SWF menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan investor global.

Menurut Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana, kualitas tata kelola menjadi salah satu faktor penting bagi investor dalam memilih mitra investasi. Terlebih, INA memiliki mandat untuk mendatangkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, ke Indonesia.

GSR menilai berbagai aspek dalam sebuah sovereign wealth fund (SWF), mulai dari tata kelola, transparansi, hingga disiplin investasi. Penilaian tersebut dilakukan melalui sekitar 25 indikator oleh lembaga independen Global SWF. INA memperoleh skor GSR sebesar 92 persen.

"Mereka me-review sekitar 200 sovereign wealth fund globally dan kita ada hanya di bawah Temasek. Jadi ini yang pencapaian yang menurut saya untuk kita luar biasa," kata dia dalam media briefing di Kantor INA, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

1. Skor GSR penting di tengah perubahan lingkungan investasi

Ilustrasi investasi (Pixabay)
Ilustrasi investasi (Pixabay)

Oki mengatakan penilaian GSR menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global, perubahan geopolitik, serta dinamika kondisi makro domestik dan lingkungan investasi.

Menurut dia, investor global membutuhkan keyakinan terhadap institusi yang menjadi mitra dalam menanamkan modal. Oleh karena itu, tata kelola menjadi salah satu aspek yang diperhatikan sebelum investor memutuskan kerja sama.

"Ini GSR becomes so important for us atau untuk institusi apapun untuk kita bisa menarik investasi terutama kalau mandat kita di INA itu adalah bagaimana kita bisa mendatangkan investasi baik domestik maupun asing ke Indonesia," tuturnya.

2. Tata kelola jadi faktor utama penilaian SWF

66bc8897383064b1f0b675e2_Indonesia-Investment-Authority-215a81ef.jpg.jpg
Indonesia Investment Authority (INA). (www.ina.go.id)

Oki menjelaskan, sovereign wealth fund tidak hanya dinilai dari besaran aset kelolaan maupun proyek yang telah diinvestasikan.

Menurut dia, aspek yang lebih penting adalah bagaimana sebuah SWF menjalankan tata kelola, termasuk transparansi dan kedisiplinan dalam mengambil keputusan investasi.

"The governance itu sangat penting sekali terutama bagi mitra-mitra investasi kita di luar dalam memilih partner untuk investasi di Indonesia. Again at the end kita selalu menjadi katalis untuk investasi di Indonesia," ujar dia.

3. INA ingin jadi mitra investor global masuk Indonesia

Ilustrasi investasi (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi investasi (IDN Times/Mia Amalia)

Oki mengatakan INA perlu memperkenalkan kualitas tata kelolanya kepada investor global agar semakin banyak mitra yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Menurut dia, keberhasilan menarik investor ke Indonesia tidak hanya menjadi pencapaian INA.

Dia mengatakan hal itu juga memberikan manfaat bagi perekonomian nasional. Peran INA sebagai katalis investasi adalah membantu investor memahami dan menjalankan investasi di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki kredibilitas.

"This is not only INA story tapi juga this is actually Indonesia story. Indonesia will benefit from whatever that we have achieved untuk topik ini dan juga at the end bagaimana kita bisa membawa those investment ke Indonesia," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More