Jakarta, IDN Times - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebut, Indonesia menghadapi krisis kredibilitas akibat akumulasi berbagai program besar pemerintah berbiaya mahal dengan tata kelola di luar disiplin fiskal, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih. Bahkan pembiayaan KDMP disebut berpotensi bebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
LPEM UI menyatakan, sejak Instruksi Presiden No 9/2025 terbit, lebih dari 83 ribu KDMP telah berbadan hukum, namun implementasinya mundur berulang kali. Target awal beroperasi penuh pada Maret 2026 bergeser menjadi 16 ribu unit selesai dibangun pada Juli, sekitar 35 ribu unit mulai beroperasi pada Agustus, dan 40 ribu unit di akhir tahun.
Sementara layanan simpan pinjam masih menunggu diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres). Lalu bagaimana pembiayaannya?
