Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

LPEM UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Sentuh 5,48 Persen

LPEM UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Sentuh 5,48 Persen
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • LPEM FEB UI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,48 persen yoy, didorong faktor musiman Ramadhan, Idul Fitri, dan pencairan THR.
  • Inflasi meningkat hingga 3,47 persen yoy pada Maret 2026 akibat efek basis rendah subsidi listrik, sementara investasi tumbuh 7,2 persen dan neraca perdagangan tetap surplus.
  • LPEM UI memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 di kisaran 5,1–5,2 persen dengan risiko dari konflik global, ketegangan perdagangan, serta tekanan fiskal domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di level 5,48 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada triwulan pertama 2026 diproyeksi sebesar 5,48 persen yoy, dengan rentang estimasi 5,46 persen hingga 5,5 persen,” kata peneliti LPEM UI, Jahen F. Rezki, dalam laporan Indonesia Economic Outlook Q2-2026, dikutip Senin (4/5/2026).

1. Faktor penopang pertumbuhan ekonomi kuartal I

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Jahen menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 juga didorong oleh faktor musiman Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, pencairan tunjangan hari raya (THR) diperkirakan meningkatkan pendapatan bersih masyarakat.

“Kombinasi berbagai faktor ini, ditambah efek basis rendah (low-base effect) dari pertumbuhan PDB kuartal I-2025, membuat pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 diperkirakan cukup tinggi,” tulis riset tersebut.

2. Tekanan harga meningkat di kuartal I

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, tekanan harga meningkat signifikan pada kuartal I-2026, tercermin dari inflasi umum yang melampaui kisaran target Bank Indonesia (BI), mencapai 3,47 persen yoy pada Maret. Lonjakan ini terutama didorong oleh efek basis rendah subsidi tarif listrik.

Aktivitas investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp498,7 triliun, setara 24,4 persen dari target tahunan, dan tumbuh 7,2 persen yoy. Neraca perdagangan juga tetap menunjukkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026. Meski demikian, LPEM UI menilai prospek ekonomi nasional jangka menengah tetap memerlukan kehati-hatian.

3. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan 5,1-5,2 persen

(Ilustrasi pertumbuhan ekonomi) IDN Times/Arief Rahmat
(Ilustrasi pertumbuhan ekonomi) IDN Times/Arief Rahmat

Untuk sepanjang tahun 2026, LPEM UI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15 persen, dengan kisaran estimasi 5,1 persen–5,2 persen.

Lembaga ini menyoroti risiko dari tekanan konflik Timur Tengah, fragmentasi geopolitik, ketegangan perdagangan global, dan ketidakpastian tarif yang dapat menurunkan kinerja sektor ekspor dan kepercayaan investor.

“Secara domestik, memburuknya keseimbangan fiskal, diperparah kenaikan harga minyak yang menambah beban subsidi, tetap menjadi kerentanan utama,” ujar Jahen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More