Magang Nasional 2026 Dilanjutkan, 100 Ribu Kuota untuk Fresh Graduate

- Pemerintah membuka 100 ribu kuota magang nasional untuk fresh graduate pada 2026.
- Peserta magang bekerja langsung di perusahaan atau instansi pemerintah dengan pendampingan mentor.
- Program ini ditujukan untuk menekan pengangguran dan menyiapkan tenaga kerja berdaya saing.
Jakarta, IDN Times — Pemerintah memastikan program magang nasional berlanjut pada 2026 dengan membuka kuota besar bagi lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi. Program ini menargetkan sedikitnya 100 ribu peserta dan diposisikan sebagai instrumen penyiapan tenaga kerja sekaligus upaya menekan angka pengangguran terdidik.
Kepastian kelanjutan program magang nasional disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama Sekretariat Kabinet. Program ini menyasar fresh graduate agar memiliki pengalaman kerja nyata, keterampilan praktis, serta pemahaman langsung terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri.
1. Pemerintah buka 100 ribu kuota magang nasional 2026

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah akan kembali membuka kesempatan pemagangan bagi lulusan baru pada pertengahan 2026. Kuota yang disiapkan mencapai minimal 100 ribu peserta.
“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta pemagangan,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (28/1/2026).
Menurut Teddy, program magang nasional dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga keterampilan yang relevan untuk memasuki pasar tenaga kerja.
“Yang terpenting, peserta pemagangan benar-benar belajar langsung di perusahaan/instansi pemerintah, didampingi mentor, memperoleh pengalaman kerja nyata, dan menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota setempat,” tutur dia.
2. Menaker: magang jadi instrumen penyiapan tenaga kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa pada semester pertama 2026 akan ada tambahan minimal 100.000 peserta pemagangan. Dia menilai program ini memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
“Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang,” ujar Yassierli.
Yassierli berharap jumlah peserta magang dapat terus meningkat seiring bertambahnya mitra penyelenggara dari sektor swasta maupun instansi pemerintah. Dengan keterlibatan lebih banyak perusahaan, peluang lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti magang nasional dinilai semakin luas.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memastikan keberlanjutan program ini melalui target kepesertaan yang konsisten. Program magang nasional 2026 tetap mengusung target 100 ribu lulusan baru, sama seperti target yang ditetapkan pada tahun sebelumnya.
3. Peserta magang bekerja langsung dan menerima upah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menaker Yassierli meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch II di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Tadi kita cek mereka benar-benar bekerja, mereka ada mentornya, mereka dilatih di sini, dapat pengalaman di sini,” ujar Teddy dalam keterangan pers usai peninjauan, Selasa (27/1/2026).
Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta magang juga menerima gaji dari pemerintah sebesar upah minimum kabupaten/kota (UMK) sesuai lokasi penempatan. Skema ini memberikan perlindungan dasar sekaligus dukungan ekonomi bagi para lulusan baru selama mengikuti program.
“Dengan adanya magang ini, itu salah satu bentuk seleksi. Jadi nanti pegawai tetapnya bisa diambil dari anak magang itu dan ini mempermudah perusahaan tersebut,” ujarnya.
4. Ribuan peserta diserap di ribuan perusahaan

Berdasarkan data Kemenaker, melalui Program Magang Nasional Batch II, pemerintah telah menjaring 62.754 peserta yang disebarkan ke lebih dari 4.600 perusahaan dan 47 kementerian/lembaga. Secara keseluruhan, dari tiga batch yang dibuka sejak Oktober hingga Desember, target 100 ribu peserta berhasil dicapai.
Teddy mengungkapkan, laporan dari pihak perusahaan menunjukkan peserta magang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan kerja. Di Paragon, sebanyak 175 peserta yang telah bekerja selama dua bulan dinilai memiliki antusiasme dan kemampuan adaptasi yang baik.
“Para peserta magang sangat cepat beradaptasi, berinovasi kreatif sesuai perkembangan zaman dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan permintaan pelanggan,” ungkap Teddy.
FAQ seputar Magang Nasional 2026
| Kapan magang nasional 2026 dibuka? | Pemerintah akan membuka magang nasional bagi lulusan baru pada pertengahan 2026. |
| Berapa kuota magang nasional tahun ini? | Kuota magang nasional 2026 ditetapkan minimal 100 ribu peserta. |
| Apakah peserta magang nasional digaji? | Peserta menerima uang saku atau gaji sesuai upah minimum kabupaten/kota lokasi penempatan. |


















