ilustrasi berpikir (magnific.com/benzoix)
Sebelum bergabung, jangan langsung membayar biaya pendaftaran atau membeli paket produk hanya karena mendapat tekanan untuk segera mengambil kesempatan. FTC menyarankan untuk melakukan riset terhadap perusahaan, mencari ulasan atau keluhan, memahami seluruh biaya, membaca dokumen dan kontrak, serta memeriksa kebijakan pengembalian produk. Kamu juga bisa bertanya kepada distributor yang masih aktif maupun yang sudah keluar mengenai penghasilan bersih, pengeluaran, jumlah produk yang dibeli, dan apakah mereka benar-benar mendapatkan uang dari penjualan kepada konsumen.
Selain itu, coba jawab satu pertanyaan sederhana: apakah kamu tetap bisa mendapatkan penghasilan yang masuk akal hanya dengan menjual produk kepada orang di luar jaringan, tanpa merekrut siapa pun? Tania Chin yang dikutip CNA menyebut pertanyaan tersebut sebagai salah satu cara untuk melihat apakah sebuah model bisnis berpotensi menjadi jebakan perekrutan. Kalau jawabannya tidak, sebaiknya jangan terburu-buru memasukkan uang sebelum memahami model bisnis dan legalitasnya secara lebih mendalam.
Pada akhirnya, kamu memang perlu lebih kritis ketika ditawari bisnis yang menggunakan sistem jaringan atau perekrutan. MLM gak otomatis merupakan skema piramida, tapi kamu perlu melihat sumber pendapatan sebenarnya, bukan hanya nama atau label yang digunakan perusahaan. Kalau bisnis lebih banyak membicarakan perekrutan, menjanjikan keuntungan fantastis, atau memintamu terus membeli produk agar bisa mendapatkan bonus, sebaiknya anggap itu sebagai tanda bahaya.
Mengeluarkan uang untuk sebuah peluang bisnis tetap memiliki risiko, bahkan ketika bisnis tersebut terlihat profesional dan banyak orang yang mengikutinya. Karena itu, jangan menyerahkan keputusan finansial sepenuhnya kepada orang yang mengajakmu bergabung, ya. Luangkan waktu untuk melakukan riset, memahami aliran uang, menghitung seluruh biaya, dan memastikan produk memang memiliki pasar nyata sebelum mengambil keputusan.