ilustrasi bursa (pexels.com/Burak The Weekender)
Dilansir Investopedia, Chicago Mercantile Exchange didirikan pada 1898 dengan nama Chicago Butter and Egg Board. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Chicago Mercantile Exchange pada 1919.
CME menjadi bursa keuangan pertama yang melakukan demutualisasi dan berubah menjadi perusahaan publik yang dimiliki pemegang saham pada 2000.
CME meluncurkan kontrak berjangka pertamanya pada 1961 untuk perut babi beku. Delapan tahun kemudian, CME menambah kontrak berjangka keuangan dan mata uang. Pada 1972, CME mulai menawarkan kontrak suku bunga, obligasi, dan kontrak berjangka.
Perkembangan CME berlanjut melalui sejumlah aksi korporasi. Pada 2007, merger dengan Chicago Board of Trade melahirkan CME Group, yang menjadi salah satu bursa keuangan terbesar di dunia.
Setahun kemudian, CME mengakuisisi NYMEX Holdings Inc, perusahaan induk New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan Commodity Exchange Inc (COMEX). Pada 2010, CME membeli 90 persen kepemilikan atas indeks saham dan keuangan Dow Jones.
Pada 2012, CME kembali berkembang setelah membeli Kansas City Board of Trade, yang menjadi pemain dominan dalam perdagangan gandum hard red winter. Kemudian, pada akhir 2017, Chicago Mercantile Exchange mulai memperdagangkan kontrak berjangka Bitcoin.
CME Group menangani sekitar 3 miliar kontrak setiap tahun dengan nilai sekitar 1 kuadriliun dolar AS. Pada 2021, CME Group menghentikan perdagangan komoditas secara open outcry untuk sebagian besar komoditas. Namun, mekanisme tersebut tetap digunakan untuk opsi Eurodolar.
CME Group juga mengoperasikan CME Clearing, salah satu penyedia utama layanan kliring central counterparty.