Mengenal CME, Bursa Berjangka dan Opsi Terbesar di Dunia

- CME berdiri pada 1898 sebagai Chicago Butter and Egg Board sebelum berganti nama pada 1919.
- CME Group menyediakan perdagangan berjangka dan opsi untuk pertanian, energi, suku bunga, indeks saham, valas, serta mata uang kripto.
- Kontrak berjangka digunakan untuk lindung nilai dan mengunci harga, sementara perdagangan CME diawasi CFTC.
Jakarta, IDN Times - Chicago Mercantile Exchange (CME) merupakan salah satu pasar perdagangan berjangka dan opsi terbesar di dunia. Bursa ini berdiri pada 1898 dengan nama Chicago Butter and Egg Board.
CME awalnya berkembang dari pasar pertanian kecil sebelum menjadi lembaga keuangan global. Saat ini, CME menyediakan perdagangan berbagai sektor, mulai dari pertanian, energi, suku bunga, indeks saham, valuta asing (valas), hingga mata uang kripto.
1. Sejarah CME hingga jadi bursa global

ilustrasi bursa (pexels.com/Burak The Weekender) Dilansir Investopedia, Chicago Mercantile Exchange didirikan pada 1898 dengan nama Chicago Butter and Egg Board. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Chicago Mercantile Exchange pada 1919.
CME menjadi bursa keuangan pertama yang melakukan demutualisasi dan berubah menjadi perusahaan publik yang dimiliki pemegang saham pada 2000.
CME meluncurkan kontrak berjangka pertamanya pada 1961 untuk perut babi beku. Delapan tahun kemudian, CME menambah kontrak berjangka keuangan dan mata uang. Pada 1972, CME mulai menawarkan kontrak suku bunga, obligasi, dan kontrak berjangka.
Perkembangan CME berlanjut melalui sejumlah aksi korporasi. Pada 2007, merger dengan Chicago Board of Trade melahirkan CME Group, yang menjadi salah satu bursa keuangan terbesar di dunia.
Setahun kemudian, CME mengakuisisi NYMEX Holdings Inc, perusahaan induk New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan Commodity Exchange Inc (COMEX). Pada 2010, CME membeli 90 persen kepemilikan atas indeks saham dan keuangan Dow Jones.
Pada 2012, CME kembali berkembang setelah membeli Kansas City Board of Trade, yang menjadi pemain dominan dalam perdagangan gandum hard red winter. Kemudian, pada akhir 2017, Chicago Mercantile Exchange mulai memperdagangkan kontrak berjangka Bitcoin.
CME Group menangani sekitar 3 miliar kontrak setiap tahun dengan nilai sekitar 1 kuadriliun dolar AS. Pada 2021, CME Group menghentikan perdagangan komoditas secara open outcry untuk sebagian besar komoditas. Namun, mekanisme tersebut tetap digunakan untuk opsi Eurodolar.
CME Group juga mengoperasikan CME Clearing, salah satu penyedia utama layanan kliring central counterparty.
2. Kontrak berjangka CME untuk kelola risiko

ilustrasi pria yang sedang mengecek bursa (pexels.com/Anna Nekrashevich) Kontrak berjangka dapat digunakan pengelola dana dan entitas komersial untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko serta mengunci harga yang dibutuhkan dalam kegiatan bisnis.
Kontrak tersebut memungkinkan penjual komoditas mengetahui harga yang akan diterima atas produk mereka di pasar. Di sisi lain, konsumen atau pembeli komoditas dapat mengetahui harga yang harus dibayarkan pada waktu tertentu di masa depan.
Pelaku usaha menggunakan kontrak berjangka untuk melakukan lindung nilai. Sementara itu, spekulan memanfaatkan perubahan harga untuk mendapatkan keuntungan dengan mengambil risiko yang berusaha dihindari pelaku usaha.
CME Group menyediakan forum perdagangan yang teregulasi. Selain itu, CME Group menyediakan layanan penyelesaian, kliring, dan pelaporan untuk mendukung proses perdagangan.
CME berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), lembaga yang mengawasi kontrak komoditas dan derivatif di Amerika Serikat.
CFTC mengawasi broker dan pedagang, melakukan pemantauan risiko terhadap perdagangan derivatif, serta menyelidiki manipulasi pasar dan praktik perdagangan yang merugikan. Lembaga tersebut juga mengatur perdagangan aset virtual, termasuk Bitcoin.
3. Mengenal perbedaan CME dan CBOT

ilustrasi bursa (pexels.com/Pixabay) Chicago Board of Trade (CBOT) merupakan bursa berjangka lain yang berbasis di Chicago. CBOT berdiri pada 1848 dan pada awalnya menjadi tempat perdagangan produk pertanian seperti gandum, jagung, dan kedelai.
CBOT kemudian memperluas produk yang diperdagangkan dengan menambahkan komoditas dan produk keuangan seperti emas, perak, obligasi Treasury, serta energi.
CME bergabung dengan CBOT pada 2006 setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham kedua organisasi.
Selain berbagai komoditas tersebut, CME juga menyediakan perdagangan derivatif yang berkaitan dengan cuaca. CME menjadi satu-satunya bursa berjangka yang menawarkan derivatif berdasarkan peristiwa cuaca.
Produk tersebut memungkinkan pedagang mengambil posisi berdasarkan suhu dingin, sinar matahari, atau curah hujan. Pada 2020, CME memperdagangkan hingga 1.000 kontrak terkait cuaca setiap hari.
Pada tahun yang sama, total nilai nosional kontrak berjangka terkait cuaca mencapai 750 juta dolar AS. Sementara itu, total nilai nosional opsi mencapai 480 juta dolar AS.

















