Jakarta, IDN Times - Dutch disease atau penyakit Belanda merupakan masalah ekonomi yang terjadi ketika mata uang suatu negara menguat tajam, sering kali akibat lonjakan pendapatan dari sumber daya alam (SDA). Penguatan mata uang tersebut dapat membuat sektor ekspor lain, terutama manufaktur, menjadi kurang kompetitif. Dalam jangka panjang, kondisi itu dapat menekan pertumbuhan sektor non-SDA.
Dilansir dari Investopedia, fenomena ini pertama kali dikaitkan dengan Belanda setelah negara tersebut menemukan cadangan gas alam dalam jumlah besar pada 1960-an. Kondisi serupa juga pernah terjadi di sejumlah negara lain, termasuk Venezuela.
Dutch disease dapat berdampak pada industri manufaktur dan pasar kerja. Salah satu cara untuk mengurangi risikonya adalah dengan melakukan diversifikasi ekonomi dan mengelola pendapatan dari SDA secara hati-hati, termasuk melalui dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund (SWF).
