Jakarta, IDN Times - Ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan, aliran darah dan oksigen ke otot jantung dapat terganggu. Dalam kondisi tertentu, Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK) atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) menjadi salah satu pilihan penanganan.
Namun, operasi bypass jantung tidak selalu harus dilakukan dengan metode konvensional. Perkembangan teknologi dan teknik bedah memungkinkan prosedur tersebut dilakukan dengan pendekatan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS), yang menggunakan sayatan lebih kecil dan tidak membutuhkan pembelahan tulang dada.
Di Heartology Cardiovascular Hospital, pendekatan MICS digunakan dalam tindakan operasi bypass jantung. Lantas, apa yang membedakan MICS CABG dengan operasi bypass konvensional dan apa dampaknya bagi pasien?
