Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Resesi Kotak Kardus, Sinyal Pelemahan Ekonomi
ilustrasi sebuah gudang industri yang luas dipenuhi dengan tumpukan kotak kardus (pexels.com/Freek Wolsink)
  • Resesi kotak kardus merupakan istilah informal yang mengacu pada perlambatan permintaan kardus sebagai sinyal melemahnya aktivitas ekonomi.
  • Penurunan permintaan kardus dapat mencerminkan berkurangnya pesanan barang, belanja konsumen, dan pendapatan perusahaan.
  • Kondisi ini tidak otomatis menandakan resesi luas karena pada 2023 dampaknya di AS dinilai masih terbatas pada manufaktur dan perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Istilah resesi kotak kardus ramai dibahas di AS sebagai sinyal informal arah perekonomian. The Fed menaikkan suku bunga secara agresif untuk menekan inflasi. Kleintop menilai kondisi tersebut masih terbatas pada sektor manufaktur dan perdagangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Resesi kotak kardus adalah istilah informal untuk perlambatan permintaan kotak kardus yang dapat menjadi tanda melemahnya aktivitas ekonomi.
  • Who?
    Sebagian analis, pelaku industri jasa keuangan, dan analis Charles Schwab Jeffrey Kleintop menggunakan atau membahas istilah tersebut.
  • Where?
    Amerika Serikat (AS).
  • When?
    Pada 2023.
  • Why?
    Penurunan permintaan kardus dapat mencerminkan berkurangnya pesanan barang, belanja konsumen, dan pendapatan perusahaan.
  • How?
    Kardus dipakai untuk mengemas serta mengirim barang; penurunan permintaannya dipandang sebagai sinyal perlambatan, tetapi tidak otomatis berarti resesi luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Amerika Serikat, orang-orang melihat kotak kardus yang lebih sedikit dibeli pada 2023. Kardus dipakai untuk membungkus dan mengirim barang. Sebagian analis, termasuk Jeffrey Kleintop, memakai hal itu sebagai tanda ekonomi mungkin melambat. Tapi, saat itu keadaan tersebut masih dinilai terbatas di pabrik dan perdagangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penurunan permintaan dan harga kotak kardus, dalam kondisi tertentu, dapat mengurangi tekanan harga ketika belanja konsumen serta pendapatan perusahaan melemah. Karena harga kardus menjadi salah satu komponen manufaktur dalam PMI, tren tersebut dipandang dapat memberi sinyal meredanya inflasi. Perlambatan yang terbatas juga memungkinkan ekonomi terhindar dari resesi lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Istilah resesi kotak kardus sempat ramai dibahas di Amerika Serikat (AS) pada 2023 sebagai salah satu sinyal informal untuk melihat arah perekonomian.

Dilansir GoBankingRates, istilah tersebut digunakan sebagian analis untuk menggambarkan perlambatan permintaan terhadap kotak kardus yang dianggap mencerminkan melemahnya aktivitas ekonomi.

Analis Charles Schwab, Jeffrey Kleintop, kala itu menyebut AS sudah mengalami kondisi tersebut, meski indikator ekonomi tradisional belum menunjukkan resesi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan resesi kotak kardus dan mengapa penurunan permintaan terhadap barang sederhana seperti kardus bisa dikaitkan dengan kondisi ekonomi?

1. Berawal dari permintaan kotak kardus yang turun

ilustrasi kardus (magnific.com/magnific)

Resesi kotak kardus bukan istilah ekonomi resmi. Istilah ini digunakan secara informal oleh sebagian pelaku industri jasa keuangan untuk menggambarkan perlambatan permintaan kotak kardus sebagai tanda kemungkinan terjadinya atau sedang berlangsungnya resesi.

Kardus banyak digunakan untuk mengemas dan mengirim berbagai barang. Karena itu, penurunan permintaannya dapat mencerminkan berkurangnya pesanan barang dari perusahaan maupun konsumen.

Ketika belanja menurun, pendapatan perusahaan ikut tertekan. Kondisi tersebut juga dapat menunjukkan berkurangnya kepercayaan konsumen untuk berbelanja.

Konsumsi masyarakat memiliki peran besar dalam ekonomi AS. Sekitar dua pertiga produk domestik bruto (PDB) negara tersebut berasal dari konsumsi. Karena itu, penurunan belanja masyarakat dapat menjadi tanda melemahnya aktivitas ekonomi.

2. Penurunan permintaan bisa membantu tekan inflasi

ilustrasi seorang pria sedang memuat kotak kardus ke dalam mobil (pexels.com/Norma Mortenson)

Istilah resesi kotak kardus mencuat ketika inflasi dan suku bunga AS masih tinggi. Pada 2023, The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga secara agresif untuk menekan inflasi.

Kenaikan suku bunga membuat biaya berbagai jenis pembiayaan, seperti kartu kredit, kredit rumah, dan kredit kendaraan, semakin mahal bagi konsumen AS. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Dalam kondisi tertentu, penurunan permintaan kotak kardus justru dapat membantu menekan inflasi. Jika permintaan yang melemah membuat pendapatan perusahaan dan belanja konsumen turun, tekanan terhadap harga juga dapat berkurang.

Harga kotak kardus merupakan salah satu komponen harga manufaktur dalam Purchasing Managers’ Index (PMI). Karena itu, penurunan harga kardus dapat ikut menekan PMI.

Perubahan PMI secara historis mendahului pergerakan inflasi AS sekitar enam bulan. Dengan demikian, tren penurunan harga dan permintaan kotak kardus pada saat itu dipandang dapat menjadi salah satu sinyal bahwa tekanan inflasi akan mereda.

3. Resesi kotak kardus belum berarti ekonomi masuk resesi

Ilustrasi kardus bekas (pexels.com/SHVETS production)

Kondisi yang disebut resesi kotak kardus tidak serta-merta berarti suatu negara mengalami resesi. Kleintop menilai kondisi AS pada 2023 masih terbatas pada sektor manufaktur dan perdagangan.

Risikonya muncul jika penurunan harga kotak kardus terus berlangsung dalam waktu lama. Perlambatan yang awalnya terjadi di sektor tertentu dapat menyebar ke bagian lain dari perekonomian.

Resesi yang lebih luas dapat menekan dunia usaha dan konsumen. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan upah dapat stagnan, lapangan kerja berkurang, dan belanja masyarakat tertahan.

Sebaliknya, jika perlambatan hanya bertahan di sektor manufaktur dan perdagangan, ekonomi suatu negara masih dapat terhindar dari resesi yang lebih luas, sementara inflasi dan suku bunga mengalami penurunan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article