Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Laporan Keuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026). (dok. Kemenpar)
Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap persiapan penyelenggaraan konser di Indonesia. Ini disampaikan saat Widiyanti menerima audiensi CEO Raw Vision Collective beserta tim pada 24 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Beberapa langkah yang dilakukan mulai dari penerbitan surat rekomendasi penyelenggaraan kegiatan untuk pengajuan perizinan konser, rekomendasi terkait visa dan kemudahan keimigrasian ke Indonesia, serta rekomendasi terkait kepabeanan untuk kebutuhan peralatan konser.
Menurut Menpar, ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pengembangan sektor music tourism.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitasi penyelenggaraan event internasional melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.
Sebelumnya, Menpar mengatakan, kehadiran konser berskala internasional memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas Indonesia sebagai destinasi event musik dunia, dan mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata musik nasional.
“Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” kata Widiyanti, pada 15 September 2026.