Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Meski Rupiah Melemah, tapi Masih Lebih Naik dari Ringgit dan Bath
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam rapat KSSK kuartal I 2024 (IDN Times/Triyan)
  • Rupiah menguat ke level Rp16.083 per dolar AS, dengan depresiasi 2,89 persen YtD hingga akhir kuartal I 2024.
  • Kinerja rupiah ditopang oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan surplus neraca perdagangan barang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir kuartal I 2024 mengalami depresiasi 2,89 persen year to date (YtD).

Namun depresiasi tersebut diklaimnya masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang di sejumlah negara tetangga, seperti ringgit Malaysia yang terkoreksi 2,97 persen, dan Baht anjlok 6,41 persen secara YtD.

"Ini lebih rendah depresiasinya dibanding mata uang dari beberapa negara," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (3/5/2024). 

1. Stabilisasi BI hingga surplus perdagangan topang penguatan rupiah

Ilustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Kinerja rupiah tersebut ditopang oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia melalui triple intervention, yakni intervensi yang dilakukan BI pada Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, sampai ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang. Berdasarkan data BPS, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2024 meningkat menjadi 4,47 miliar dolar AS.

Surplus tersebut lebih tinggi dibanding dengan surplus pada Februari 2024 sebesar 0,83 miliar dolar AS.

2. Dolar AS alami apresiasi hingga 4,86 persen

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)

  1. Memasuki April 2024, Sri Mulyani menyebut, tekanan terhadap mata uang global berlanjut, di mana indeks nilai tukar dolar terhadap mata uang utama dunia kembali menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tangga 16 April 2024.

"Dolar mengalami apresiasi 4,86 persen dibandingkan dengan level pada akhir tahun 2023. Perkembangan ini memberikan tekanan kepada seluruh mata uang dari seluruh dunia, termasuk mata uang rupiah kita," ucap Menkeu.

3. Rupiah bangkit hari ini

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Sri Mulyani menyampaikan, hingga 26 April, rupiah mencatatkan pelemahan 5,02 persen secara YtD. Depresiasi ini lebih kecil jika dibandingkan dengan yen Jepang sebesar 10,92 persen hingga won Korea Selatan 6,34 persen.

"Perkembangan ini tentu didukung dari respons Bank Indonesia yang terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan mengoptimalkan instrumen moneter," ucapnya.

Adapun laju nilai tukar rupiah di pasar spot mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan akhir pekan ini.

Mata uang Garuda pada penutupan perdagangan parkir di level Rp16.083 per dolar AS. Dikutip dari Bloomberg, rupiah menguat 102 poin atau 0,63 persen dibandingkan penutupan penutupan hari sebelumnya di Rp16.185 per dolar AS. 

Editorial Team

Related Article