Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir kuartal I 2024 mengalami depresiasi 2,89 persen year to date (YtD).
Namun depresiasi tersebut diklaimnya masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang di sejumlah negara tetangga, seperti ringgit Malaysia yang terkoreksi 2,97 persen, dan Baht anjlok 6,41 persen secara YtD.
"Ini lebih rendah depresiasinya dibanding mata uang dari beberapa negara," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (3/5/2024).
