Di zaman kecerdasan buatan, aktivitas menulis menjadi semakin praktis (www.unplash.com)
Fokus ketiga dari investasi ini adalah program pelatihan keterampilan kecerdasan buatan untuk tiga juta orang yang ditargetkan selesai pada akhir 2028. Program ini menyasar siswa sekolah, pekerja profesional, hingga kelompok masyarakat tertentu agar mereka dapat ikut berpartisipasi dalam sektor ekonomi berbasis AI.
Microsoft bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, seperti TAFE NSW, Victoria University, dan Macquarie University, untuk memberikan akses gratis ke kurikulum pelatihan AI.
"Australia tidak sekadar butuh orang yang bisa memakai alat AI, tetapi juga kemampuan untuk menerapkannya di dunia kerja, menggunakannya secara aman, dan tahu kapan AI tidak perlu digunakan," kata Presiden Microsoft Australia dan Selandia Baru, Jane Livesey.
Bagi tenaga kerja, Microsoft bermitra dengan beberapa perusahaan, seperti Telstra, Wesfarmers, dan Westpac, untuk memberikan pelatihan AI kepada karyawan mereka. Kolaborasi dengan Dewan Serikat Buruh Australia (ACTU) juga dijalankan guna memastikan pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan praktis bagi para pekerja lapangan dan industri.
Dengan target tiga juta orang, Microsoft berupaya menjadikan keahlian menggunakan AI sebagai kemampuan dasar yang umum di masyarakat. Target ini meningkatkan sasaran program pelatihan sebelumnya, sejalan dengan tingginya minat masyarakat Australia untuk mempelajari teknologi digital.