Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan teknologi besar kembali menarik perhatian publik. Kali ini, Microsoft menjadi sorotan setelah menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawannya di sejumlah negara. Kebijakan tersebut muncul ketika perusahaan sedang menggelontorkan investasi besar-besaran untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menariknya, pengumuman tersebut berdekatan dengan laporan keuangan Microsoft yang justru menunjukkan pertumbuhan keuntungan cukup besar. Dalam tiga bulan hingga September 2026, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini berhasil membukukan laba bersih lebih dari US$36,6 miliar atau ratusan triliun rupiah.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan Microsoft menawarkan PHK sukarela ketika kondisi keuangannya terlihat begitu kuat. Apakah perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan atau justru ingin mengubah strategi bisnis demi menghadapi persaingan industri AI? Berikut beberapa fakta penting yang perlu kamu ketahui mengenai kebijakan terbaru Microsoft dan kinerja keuangannya.
