Jakarta, IDN Times – Harga minyak dunia kembali melonjak akibat memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah dan krisis pasokan global. Pada Kamis (24/9/2026), minyak mentah Brent naik sekitar 3 persen dan sempat menembus 108 dolar AS (setara Rp1,93 juta) per barel sebelum ditutup pada 106,60 dolar AS (setara Rp1,90 juta) per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat (AS) menguat menjadi 94,61 dolar AS (setara Rp1,69 juta) per barel.
Laju kenaikan sempat mereda setelah muncul laporan pembahasan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, pasar tetap dibayangi ketidakpastian akibat situasi keamanan yang belum stabil. Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade di Sydney, menyebut risiko kenaikan harga masih membayangi pasar saat ini.
“Relatif terhadap tren pasca-perang, level ini tetap tinggi dan mencerminkan kenyataan bahwa rute dan fasilitas pasokan kritis masih rentan. Upaya diplomatik di sela-sela PBB memberikan beberapa penyeimbang, tetapi sampai ada bukti yang lebih jelas tentang de-eskalasi yang tahan lama, bias kenaikan tetap ada,” kata Waterer, dikutip Al Jazeera.
