Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi investasi (Pexels.com/nattanan23)
  • Suahasil Nazara melaporkan aliran modal asing ke Indonesia sekitar Rp126 triliun sejak Januari hingga akhir Oktober 2026.

  • Dana asing masuk ke SBN dan SRBI, sementara pasar saham masih mencatatkan capital outflow.

  • Pemerintah ingin memperbaiki pasar saham dan mengutamakan investasi langsung ke proyek di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari hingga akhir Oktober 2026

Aliran modal asing ke Indonesia mencapai sekitar Rp126 triliun.

Selasa (3/11/2026)

Suahasil Nazara menyampaikan laporan tersebut kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aliran modal asing ke Indonesia mencapai sekitar Rp126 triliun, tetapi pasar saham masih mencatatkan capital outflow.
  • Who?
    Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Suahasil menyampaikan laporan itu kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Aliran modal dihitung sejak Januari hingga akhir Oktober 2026. Pernyataan disampaikan Selasa (3/11/2026).
  • Why?
    Investor asing masih mencatatkan aksi jual di bursa dalam negeri, sementara modal portofolio ditopang pembelian SBN dan SRBI.
  • How?
    Pemerintah ingin memperbaiki pasar saham dan mengutamakan investasi langsung atau FDI ke kegiatan usaha dan proyek di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suahasil Nazara memberi tahu Presiden Prabowo bahwa uang dari investor asing yang masuk ke Indonesia sekitar Rp126 triliun. Uang itu banyak masuk ke SBN dan SRBI, tetapi keluar dari pasar saham. Pemerintah ingin pasar saham diperbaiki agar menarik lagi. Pemerintah juga ingin investasi langsung ke pabrik dan proyek Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aliran modal asing sekitar Rp126 triliun menunjukkan SBN dan SRBI masih dinilai menarik oleh investor asing. Pemerintah juga tidak hanya mengandalkan modal portofolio, tetapi menekankan investasi langsung ke proyek, pabrik, fasilitas produksi, dan pengembangan industri di Indonesia. Upaya memperbaiki pasar saham menjadi bagian dari penataan tujuan penempatan modal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia mencapai sekitar Rp126 triliun sejak Januari hingga akhir Oktober 2026.

Meski demikian, aliran dana tersebut belum sepenuhnya masuk ke pasar saham karena investor asing masih mencatatkan aksi jual di bursa dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Suahasil saat rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.

"Untuk inflow, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin," kata Suahasil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

1. Dana asing masuk ke SBN dan SRBI tetapi keluar dari pasar saham

ilustrasi obligasi (vecteezy.com/Aman Ansari)

Suahasil menjelaskan, arus modal asing ke instrumen portofolio Indonesia masih ditopang pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sebaliknya, pasar saham masih mengalami arus modal keluar (capital outflow) di tengah berbagai perkembangan yang menekan bursa.

Di sisi lain, Suahasil melihat imbal hasil atau yield SBN mulai meningkat. Meski tidak merinci penyebab kenaikan tersebut, pemerintah masih menilai SBN dan SRBI cukup menarik untuk mendatangkan modal asing ke Indonesia.

"Nah tetapi kalau di pasar saham memang masih terjadi capital outflow dengan berbagai macam perkembangan yang sejak awal tahun," ujar dia.

2. Pemerintah ingin pasar saham kembali menarik bagi investor asing

Layar papan perdagangan di BEI menunjukkan IHSG menguat, Jumat (30/1/2026). (IDN Times/Pitoko)

Suahasil mengatakan, Indonesia ingin memperbaiki kondisi pasar saham Indonesia agar kembali menarik bagi investor asing. Dengan begitu, pasar saham bisa ikut menjadi tujuan penempatan modal bersama SBN dan SRBI.

"Ini adalah inflow yang baik, namun kita tetap menginginkan bahwa pasar saham kita itu diperbaiki dan kemudian nanti kemudian bisa ikut inflow," ujar dia.

3. Pemerintah tekankan peran investasi langsung ke proyek

ilustrasi dolar Amerika Serikat (unsplash.com/Giorgio Trovato)

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) itu menegaskan, pemerintah juga mengutamakan investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) dibandingkan hanya mengandalkan aliran modal portofolio.

FDI merupakan penanaman modal langsung ke kegiatan usaha atau proyek di Indonesia, seperti pembangunan pabrik, fasilitas produksi, dan pengembangan industri.

"Yang lebih penting adalah sebenarnya foreign direct investment, jadi investasi di apa namanya project-project yang sifatnya langsung, investasi langsung di Indonesia," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article