Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam aksi demo 27 Agustus di depan Gedung DPR RI. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Berdasarkan catatan Kiwoom Research, pada H-1 demo, yakni Rabu, (26/8/2026), investor asing telah membukukan net sell senilai Rp201,1 miliar.
Meski begitu, Head of Research Kiwoom Research, Liza Camelia Suryanata mengatakan angka itu belum mencerminkan foreign exodus.
“Nilainya masih relatif kecil dibanding besarnya koreksi indeks, sehingga sell-off kemarin lebih kelihatan sebagai kombinasi domestic risk-off, profit taking & antisipasi terhadap kemungkinan demo hari ini berkembang lebih besar,” tutur Liza.
Kiwoom Research melihat, arus modal keluar juga masih selektif. Beberapa saham berkapitalisasi besar (big caps) masih mencatat net buy, sementara tekanan jual terkonsentrasi di beberapa nama lainnya.
“Begitu worst-case scenario (terkait demonstrasi) hari ini ternyata tidak terjadi, ruang untuk technical rebound, bargain hunting & repositioning otomatis terbuka cukup besar,” ujar Liza.
Di sisi lain, saat IHSG naik sampai sesi I kemarin, asing masih tercatat net sell.
“Jadi kenaikan hari ini belum bisa dibaca sebagai foreigners suddenly love Indonesia again,” kata Liza.
Menurut Kiwoom, pergerakan IHSG lebih didominasi reaksi cepat investor domestik, terutama saat terjadi ketidakpastian politik. Sementara, asing masih cenderung wait & see.