Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Momen Bahlil Salah Kostum karena Tak Diberitahu Anak Buah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Forum Eksplorasi Hulu Migas (FOREK) 2026. (YouTube/Kementerian ESDM)
  • Bahlil Lahadalia mengaku salah kostum saat menghadiri FOREK Hulu Migas 2026 karena tak diberi tahu bahwa peserta mengenakan batik.

  • Bahlil meninggalkan agenda lapangan atas arahan Presiden Prabowo Subianto setelah Djoko Siswanto berulang kali menghubunginya.

  • Bahlil menyoroti dampak ketegangan geopolitik terhadap energi serta mengenang capaian ekspor minyak Indonesia pada 1996-1997.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (28/10/2026)

Bahlil Lahadalia menghadiri Forum Eksplorasi Hulu Migas (FOREK) 2026. Ia mengaku salah kostum dan menyampaikan candaan kepada pejabat yang mengenakan batik.

1996-1997

Produksi minyak nasional mencapai sekitar 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari, sementara konsumsi dalam negeri sekitar 500 ribu barel per hari. Indonesia mampu mengekspor sekitar 1 juta hingga 1,1 juta barel minyak per hari.

2025

Capaian lifting minyak berhasil memenuhi target APBN sebesar 605 ribu barel per hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bahlil Lahadalia mengaku salah kostum saat menghadiri FOREK Hulu Migas 2026 dan menyoroti kondisi geopolitik serta produksi minyak Indonesia.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman.
  • Where?
    FOREK Hulu Migas 2026.
  • When?
    Rabu (28/10/2026).
  • Why?
    Bahlil salah kostum karena tidak diberi tahu bahwa sejumlah pejabat dan peserta mengenakan batik.
  • How?
    Bahlil hadir mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sementara peserta lain memakai batik. Ia kemudian menyampaikan candaan dan membahas sektor energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil datang ke acara migas dengan baju putih dan celana hitam, tetapi banyak orang memakai batik. Ia bilang tidak diberi tahu Djoko Siswanto. Bahlil juga datang terlambat karena ada acara lain, lalu pergi setelah ditelepon berkali-kali. Di acara itu, ia membahas perang dunia dan minyak Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Candaan Bahlil tentang salah kostum membuat suasana pembukaan FOREK Hulu Migas 2026 terasa lebih cair. Di luar momen tersebut, ia tetap menyampaikan perhatian terhadap tantangan geopolitik dan sektor energi, sekaligus mengapresiasi kontribusi pelaku usaha migas terhadap capaian lifting minyak dan produksi energi nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia punya cerita unik saat menghadiri Forum Eksplorasi Hulu Migas (FOREK) 2026 pada Rabu (28/10/2026). Dia mengaku salah kostum karena mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sementara sejumlah pejabat dan peserta yang hadir kompak memakai batik.

Bahlil pun berkelakar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto tidak memberitahunya soal pakaian yang seharusnya dikenakan dalam acara tersebut.

“Sebelumnya saya mohon maaf ini. Ini saltum, salah kostum. Ini menunjukkan Kepala SKK Migas tidak memberitahukan saya bahwa sesungguhnya acara apa hari ini,” kata Bahlil saat membuka FOREK Hulu Migas 2026.

Dia kemudian menyapa Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman serta Djoko Siswanto yang sama-sama mengenakan batik. Bahlil bahkan melontarkan candaan kepada keduanya di hadapan para peserta.

“Ini kalian dua ini kalau dalam politik, saya lagi mencerna kalian, ini ada maksud apa? Kalian pikir ingin membuat saya celaka hari ini di depan peserta begitu banyak gitu,” ujarnya.

1. Bahlil akui tinggalkan agenda lapangan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil juga meminta maaf karena datang terlambat ke acara tersebut. Dia mengungkapkan, saat itu dirinya masih memiliki agenda lapangan yang harus dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, dia akhirnya memutuskan meninggalkan agenda tersebut setelah Kepala SKK Migas Djoko Siswanto berulang kali meneleponnya. Bahlil berseloroh Djoko terus menghubunginya setiap 5 menit agar segera datang ke acara tersebut.

“Sebenarnya saya masih ada acara lapangan atas arahan bos saya, tapi karena Pak Djoko setiap 10, setiap 5 menit telepon saya terus, maka saya memandang untuk saya tinggalkan acara yang di sana, saya datang hadir untuk bersama bapak ibu semua,” ujar Bahlil.

2. Bahlil singgung ketegangan dunia berdampak ke Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Di balik candaan soal salah kostum, Bahlil turut menyoroti ketidakpastian geopolitik global yang dinilai berdampak luas terhadap sektor energi. Dia mengatakan, konflik yang berlangsung di berbagai kawasan dunia belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Bahlil menyebut perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun serta konflik Israel-Palestina sebagai sejumlah persoalan yang masih membayangi kondisi global. Menurutnya, situasi geopolitik tersebut membuat pemerintah di berbagai negara semakin berupaya melindungi kepentingan dan kebutuhan dalam negeri masing-masing.

“Maka tidak heran kemudian, perangnya di kawasan Timur Tengah, tapi ini seperti politik. Perang di Timur Tengah tapi berdampak secara masif. Dampaknya ke mana-mana? Ke ekonomi sudah pasti terjadi. Dan termasuk di Indonesia, Bapak Ibu semua,” kata Bahlil.

3. Bahlil kenang masa keemasan RI ekspor minyak

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Bahlil mengenang masa kejayaan Indonesia dalam memproduksi minyak pada 1996-1997. Saat itu, produksi minyak nasional mencapai sekitar 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari, sedangkan konsumsi dalam negeri hanya sekitar 500 ribu barel per hari.

Dengan produksi yang jauh melampaui kebutuhan domestik, Indonesia mampu mengekspor sekitar 1 juta hingga 1,1 juta barel minyak per hari. Bahlil juga menyebut sektor migas menyumbang sekitar 40 hingga 43 persen terhadap pendapatan negara melalui APBN pada periode tersebut.

Namun, kondisi itu berubah seiring berjalannya waktu. Bahlil mengatakan, produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan selama satu dekade terakhir.

Dia mengapresiasi capaian lifting minyak pada 2025 yang berhasil memenuhi target APBN sebesar 605 ribu barel per hari. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha migas atas kontribusi mereka terhadap produksi energi nasional.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini terjadi karena kerja Bapak Ibu semua, bukan kerja pemerintah, tapi itu hasil karya bapak ibu di depan saya ini. KKKS, kontraktor, ini yang mengerjakan. Pemerintah itu kan cuma regulator saja, menyampaikan arah tujuan, tapi Bapak Ibu yang mengeksekusi,” ujar Bahlil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article