Laba bersih PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) turun 19 persen. (Dok/Istimewa).
Sementara itu, bisnis ritel melalui MPMMotor mencatatkan pertumbuhan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 8 persen menjadi Rp2,58 triliun. Pendapatan layanan purna jual juga meningkat 9 persen menjadi Rp79 miliar.
Kinerja tersebut mendorong laba kotor segmen distribusi dan ritel tumbuh 9 persen menjadi Rp987 miliar. Margin laba kotor segmen ini juga meningkat menjadi 8,7 persen dari 8 persen pada periode yang sama tahun lalu.
"Perbaikan margin pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, disertai berkurangnya rugi bersih pada bisnis
pembiayaan, menjadi perkembangan positif bagi kinerja Grup," ujarnya.
Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada pengelolaan biaya yang disiplin, kualitas aset, dan optimalisasi bauran bisnis untuk menjaga kinerja Perseroan secara berkelanjutan.
Di segmen asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp672 miliar, turun 6 persen.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan asuransi kendaraan bermotor sebesar 6 persen menjadi Rp177 miliar dan pendapatan asuransi lainnya yang turun 21 persen menjadi Rp198 miliar. Di sisi lain, pendapatan dari lini asuransi properti tumbuh 6 persen menjadi Rp297 miliar.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi juga berhasil ditekan 7 persen menjadi Rp561 miliar. Dengan demikian, hasil jasa asuransi hanya turun 3 persen menjadi Rp112 miliar.
Meski begitu, rasio klaim meningkat menjadi 39,9 persen dari sebelumnya 35,1 persen. Adapun hasil investasi tercatat Rp32 miliar, turun 20 persen akibat lebih rendahnya pendapatan keuangan dan pendapatan lainnya.
Selanjutnya, segmen transportasi melalui MPMRent membukukan pendapatan bersih Rp1,09 triliun, turun 3 persen.
"Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya jumlah armada yang disewakan dan volume penjualan mobil bekas;" jelasnya.
Namun, MPMRent masih mampu meningkatkan laba kotor sebesar 10 persen menjadi Rp240 miliar. Margin laba kotor juga membaik menjadi 22 persen dari 19,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan profitabilitas tersebut ditopang oleh pengelolaan biaya yang efektif dan optimalisasi bauran bisnis, terutama pada penjualan mobil bekas.
Sementara itu, segmen pembiayaan melalui JACCS MPMFinance Indonesia mencatatkan pendapatan bersih Rp437 miliar, merosot 43 persen.
Kendati demikian, perusahaan berhasil menekan beban operasional sebesar 48 persen menjadi Rp383 miliar. Alhasil, rugi bersih segmen pembiayaan menyusut 73 persen menjadi Rp45 miliar, dari sebelumnya Rp164 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Beatrice menambahkan, perseroan akan terus menjaga disiplin pengelolaan biaya, kualitas aset, serta mengoptimalkan bauran bisnis untuk mempertahankan kinerja secara berkelanjutan.