Mudik Lebaran 2026: Arus Lalu Lintas di Lintasan Vital Meningkat

- ASDP mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dengan 5,52 juta penumpang dan 1,2 juta kendaraan melintasi 15 lintasan vital nasional, meningkat sekitar 6–8 persen dari tahun sebelumnya.
- Layanan penyeberangan tetap lancar berkat optimalisasi armada dan digitalisasi Ferizy, meski terjadi lonjakan trafik di lintasan utama seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk pasca pembatasan logistik dicabut.
- Sebanyak 814 ribu penumpang dan lebih dari 218 ribu kendaraan tercatat kembali ke Pulau Jawa pada periode arus balik, menunjukkan keseimbangan hampir sempurna dengan jumlah saat arus mudik.
Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan arus mudik Lebaran 2026, dengan total 5,52 juta penumpang dan 1,2 juta kendaraan melintasi 15 lintasan vital nasional.
Secara kumulatif sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang atau naik 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sementara total kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
1. Kelancaran arus layanan yang terjaga serta distribusi trafik yang semakin merata

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa di tengah peningkatan signifikan tersebut, layanan penyeberangan tetap mampu beroperasi secara optimal. Hal ini tercermin dari kelancaran arus layanan yang terjaga serta distribusi trafik yang semakin merata di berbagai lintasan, termasuk pada periode puncak arus mudik dan balik.
“Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dirancang secara komprehensif jauh sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal,” ujar Heru.
2. Ada dinamika operasional terjadi pasca berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi simpul vital pergerakan nasional. Berbagai langkah antisipatif dilakukan secara terukur, mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian; penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat saat terjadi kepadatan; delaying system melalui titik buffer zone; pemanfaatan digitalisasi Ferizy; hingga kebijakan stimulus berupa diskon tarif dan single tarif, guna mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata dan inklusif.
Adapun dinamika operasional juga terjadi pasca berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas, yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, dan Nomor: Kep/43/II/2026 tanggal 5 Februari 2026 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah. Pembatasan tersebut berlaku di lintasan Bakauheni–Merak pada 23–29 Maret 2026, serta Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026.
“Pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, dengan kondisi antrian 3–10 kilometer. Kondisi ini berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” jelas Heru.
3. Penumpang yang kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera pada periode 22–30 Maret capai 814 ribu

Untuk merespons lonjakan arus mudik, ASDP mempercepat layanan secara adaptif, pihaknya mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan logistik tetap lancar tanpa mengganggu kelancaran arus penumpang.
Secara akumulatif, penumpang yang kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera pada periode 22–30 Maret 2026 mencapai 814.821 orang, atau 99 persen dari total penumpang yang berangkat pada arus mudik (822.950 orang). Sementara total kendaraan tercatat 218.822 unit, atau 100 persen dari jumlah kendaraan yang berangkat saat mudik (219.183 unit).
"Dengan kesiapan operasional yang matang dan koordinasi lintas sektor yang solid, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi layanan dan menghadirkan penyeberangan yang andal, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia," tegasnya.


















