Langkah ekspansi OpenAI di London dinilai sangat sejalan dengan visi strategis pemerintah Inggris. Negara tersebut memiliki target untuk menjadi Adidaya AI yang memimpin inovasi sekaligus tata kelola keamanan teknologi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Inggris telah menyiapkan Rencana Aksi Peluang AI dengan komitmen dana hingga 674 juta poundsterling (Rp15,2 triliun). Dana ini ditujukan untuk mempercepat penggunaan teknologi AI di sektor publik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.
Kehadiran pusat riset berskala besar ini dianggap sebagai pengakuan dari dunia internasional. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan bisnis teknologi di Inggris tetap stabil, serta memiliki daya tarik yang tinggi setelah masa pandemi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah Inggris berjanji untuk terus menyediakan infrastruktur yang memadai, salah satunya melalui pembangunan Perpustakaan Data Nasional. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk mendukung berbagai penelitian yang membutuhkan akses data legal dan berkualitas tinggi.
"Keputusan OpenAI untuk menjadikan London sebagai pusat riset terbesarnya di luar AS adalah mosi percaya yang sangat besar terhadap sektor teknologi Inggris yang sedang berkembang pesat," kata Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, dilansir The Economic Times.
Sinergi tersebut diperkirakan mampu memberikan kontribusi ekonomi hingga 47 miliar poundsterling (Rp1 kuadriliun) setiap tahunnya bagi Inggris.