Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
OpenAI Jadikan London Sebagai Pusat Riset Terbesar di Luar AS
OpenAI (unsplash.com/Andrew Neel)
  • OpenAI resmi menetapkan London sebagai pusat riset internasional terbesarnya di luar AS, menegaskan komitmen global untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
  • Pemerintah Inggris mendukung penuh ekspansi ini dengan investasi besar dan infrastruktur data nasional, sejalan dengan ambisi negara menjadi adidaya AI serta memperkuat ekosistem teknologi pascapandemi.
  • Pusat riset London akan fokus pada pengembangan GPT-5.2, Codex3, serta penelitian keamanan dan etika AI, sambil menarik talenta terbaik untuk mempercepat inovasi kecerdasan buatan generasi berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi OpenAI resmi mengumumkan London sebagai lokasi pusat penelitian internasional terbesarnya di luar Amerika Serikat (AS), pada Kamis (26/2/2026). Langkah ekspansi ini adalah bagian dari komitmen global perusahaan, yakni untuk memperluas riset akal imitasi (AI) yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Keputusan ini diambil karena ekosistem teknologi di Inggris dinilai sangat ideal. Lingkungan tersebut diyakini mampu mendukung pertumbuhan investasi, sekaligus mendorong pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut yang membutuhkan kolaborasi dari para ahli terbaik.

1. Alasan OpenAI pilih London sebagai pusat riset di luar AS

Kepala Riset OpenAI, Mark Chen menjelaskan alasan pemilihan London sebagai pusat penelitian internasional mereka. Ia menyebut, kota tersebut memiliki perpaduan unik antara talenta berbakat, universitas terbaik, serta institusi ilmiah bergengsi yang mampu mendukung riset tingkat lanjut.

Budaya inovasi yang dinamis dan kebijakan pemerintah Inggris yang pro-teknologi juga menjadi faktor penentu. Hal ini mendorong OpenAI untuk menjadikan Inggris sebagai basis utama dalam pengembangan model kecerdasan buatan di luar San Francisco.

Nantinya, tim yang berada di London akan memiliki wewenang penuh dalam meneliti komponen-komponen utama. Fokus kerja mereka mencakup pengembangan asisten pengkodean tingkat lanjut, serta pembuatan sistem penalaran kecerdasan buatan yang lebih kompleks.

Investasi besar dari perusahaan ini diharapkan mampu menarik para peneliti dan ilmuwan data terbaik dari seluruh Eropa. Mereka diharapkan dapat bergabung dalam satu misi, yakni menciptakan inovasi teknologi yang membawa perubahan besar.

Melalui pusat riset baru ini, OpenAI bertujuan untuk membangun tim teknik dan penelitian yang solid. Tim ini ditargetkan mampu menciptakan terobosan besar, terutama untuk meningkatkan efisiensi algoritma dan keandalan sistem kecerdasan buatan di masa depan.

2. Inggris dukung penuh ekspansi OpenAI untuk wujudkan adidaya AI

Langkah ekspansi OpenAI di London dinilai sangat sejalan dengan visi strategis pemerintah Inggris. Negara tersebut memiliki target untuk menjadi Adidaya AI yang memimpin inovasi sekaligus tata kelola keamanan teknologi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Inggris telah menyiapkan Rencana Aksi Peluang AI dengan komitmen dana hingga 674 juta poundsterling (Rp15,2 triliun). Dana ini ditujukan untuk mempercepat penggunaan teknologi AI di sektor publik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.

Kehadiran pusat riset berskala besar ini dianggap sebagai pengakuan dari dunia internasional. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan bisnis teknologi di Inggris tetap stabil, serta memiliki daya tarik yang tinggi setelah masa pandemi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah Inggris berjanji untuk terus menyediakan infrastruktur yang memadai, salah satunya melalui pembangunan Perpustakaan Data Nasional. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk mendukung berbagai penelitian yang membutuhkan akses data legal dan berkualitas tinggi.

"Keputusan OpenAI untuk menjadikan London sebagai pusat riset terbesarnya di luar AS adalah mosi percaya yang sangat besar terhadap sektor teknologi Inggris yang sedang berkembang pesat," kata Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, dilansir The Economic Times.

Sinergi tersebut diperkirakan mampu memberikan kontribusi ekonomi hingga 47 miliar poundsterling (Rp1 kuadriliun) setiap tahunnya bagi Inggris.

3. OpenAI fokuskan riset GPT generasi terbaru dan keamanan teknologi di London

Pusat riset OpenAI di London dipastikan akan memainkan peran penting dalam mengembangkan model kecerdasan buatan generasi berikutnya. Fokus utama pengembangan ini mencakup pembuatan GPT-5.2 dan asisten pengkodean cerdas Codex3 yang dirancang dengan standar keamanan lebih tinggi.

Tim peneliti di fasilitas ini akan berkonsentrasi pada penguatan evaluasi data, penyelarasan model, serta peningkatan keandalan sistem. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan teknologi ini tetap bermanfaat bagi masyarakat luas tanpa menimbulkan risiko yang berbahaya. Selain fokus pada sisi teknis, pusat riset ini juga akan menjadi wadah diskusi kebijakan global untuk merumuskan standar etika kecerdasan buatan secara internasional.

CEO OpenAI menegaskan, meskipun perkembangan teknologi ini membawa perubahan besar di berbagai sektor, fokus utama perusahaan tetap pada pemberdayaan kemampuan manusia. Melalui riset mendalam di London, perusahaan juga berupaya mencari solusi atas besarnya kebutuhan energi dan dampak sosial dari penerapan kecerdasan buatan umum (AGI).

"Pusat riset ini memberikan kesempatan luar biasa bagi kami untuk menarik talenta terbaik guna mendorong inovasi dalam pengembangan AGI serta kebijakan yang memastikan teknologi ini aman bagi semua orang," ujar CEO OpenAI, Sam Altman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team