SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)
Di sisi belanja, Fitch menyoroti peningkatan anggaran sosial, termasuk alokasi untuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan setara 1,3 persen dari PDB. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal. Selain itu, rencana percepatan realisasi belanja pada semester I-2026 turut memperbesar risiko defisit yang lebih lebar dari perkiraan.
"(Peningkatan belanja) akan mendorong peningkatan belanja. Rencana percepatan belanja pada semester I-2026 juga meningkatkan risiko pelebaran defisit," tegas Fitch.
Tak hanya itu, Fitch memperkirakan rasio penerimaan pemerintah umum terhadap PDB rata-rata sebesar 13,3 persen pada periode 2026–2027, jauh di bawah median negara berperingkat BBB yang mencapai 25,5 persen. Proyeksi ini mempertimbangkan belum adanya langkah signifikan dalam mobilisasi pendapatan negara.
Pada 2025, penerimaan pemerintah melemah akibat rendahnya realisasi pajak, pembatalan hampir seluruh kenaikan PPN sebesar 1 poin persentase, serta pengalihan dividen BUMN sekitar 0,4 persen dari PDB ke sovereign wealth fund (SWF) baru, Danantara. Meski demikian, upaya peningkatan kepatuhan pajak diharapkan dapat mendongkrak penerimaan, Fitch menilai dampaknya dalam jangka pendek masih terbatas sehingga ruang fiskal diperkirakan tetap tertekan.