Jakarta, IDN Times - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis akhir Mei lalu diklaim memperoleh empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Kesepakatan itu diperoleh lewat France-Indonesia High Level Business Council yang diluncurkan bersamaan dengan kunjungan Prabowo ke Prancis.
Kesepakatan tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, serta kerja sama pertahanan. Dalam pidatonya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menjelaskan perihal kesepakatan yang terjadi di bidang pertahanan antara Prancis dan Indonesia.
Alih-alih investasi dari Prancis, Macron justru menyoroti pembelian pesawat jet tempur Rafale oleh Indonesia. Kesepakatan pembelian Rafale sudah terjadi sejak Prabowo bahkan masih menjadi Menteri Pertahanan sebanyak 42 unit dan baru dikirimkan sebagian ke Indonesia tahun ini.
"Indonesia dan Prancis dipersatukan oleh kemitraan istimewa yang secara konkret memungkinkan kami memperkuat kedaulatan masing-masing, serta maju dalam bidang teknologi dan industri yang paling mutakhir. Pengiriman pesawat tempur Rafale pertama yang dibeli Indonesia dalam beberapa bulan terakhir adalah bukti nyata hal ini," ujar Macron.
Pada 28 Mei 2025, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Sébastien Lecornu meneken Letter of Intent (LOI) dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Istana Kepresidenan. Di dalam akun media sosialnya, Lecornu mengumumkan keinginan Indonesia soal penambahan pembelian jet tempur Rafale. Indonesia sebelumnya sudah memesan 42 unit jet tempur Rafale.
