ilustrasi kapal tanker minyak (pexels.com/Zifeng Xiong)
Berbeda dari sejumlah aset investasi yang mengalami penurunan, harga minyak mentah menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan selama Oktober. Harga minyak Brent berada di sekitar 112,49 dolar AS per barel pada 30 Oktober di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan energi. Namun, angka tersebut merupakan harga pada akhir bulan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya kenaikan minyak selama Oktober.
Kenaikan harga energi dapat memengaruhi pasar keuangan melalui biaya produksi, transportasi, dan distribusi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan bank sentral. Karena itu, pergerakan minyak tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau meskipun kinerjanya tidak dapat dibandingkan langsung dengan indeks saham atau aset kripto.
Performa pasar keuangan selama Oktober 2026 memperlihatkan bahwa sebagian besar aset utama menghadapi tekanan, meskipun tingkat penurunannya berbeda-beda. IHSG, Nasdaq, Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak sama-sama mencatat koreksi, sementara harga minyak tetap menjadi perhatian karena risiko pasokan energi. Memasuki November, investor perlu mencermati perkembangan geopolitik, kondisi ekonomi, dan kebijakan perdagangan sebelum menentukan langkah investasi berikutnya.