Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi layoff, PHK, pengangguran, menganggur, pencari kerja (magnific.com/magnific)
  • BPS mencatat pekerja setengah menganggur mencapai 12,84 juta orang pada Agustus 2026, naik 1,24 juta orang atau 10,69 persen secara tahunan.

  • Jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang; pekerja penuh naik menjadi 99,85 juta, pekerja paruh waktu turun menjadi 35,30 juta.

  • Pengangguran turun 77 ribu menjadi 7,38 juta orang dengan TPT 4,75 persen, sementara partisipasi angkatan kerja turun menjadi 70,33 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pekerja setengah menganggur di Indonesia mencapai 12,84 juta orang pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 11,60 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengatakan, jumlah pekerja setengah menganggur tersebut bertambah 1,24 juta orang secara tahunan.

"Pekerja setengah menganggur sebanyak 12,84 juta orang atau bertambah 1,24 juta orang," ujar Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).

Kenaikan jumlah pekerja setengah menganggur tersebut terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk bekerja. BPS mencatat, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2026 mencapai 147,99 juta orang, meningkat 1,44 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

1. Sebanyak 99,85 juta orang bekerja secara penuh waktu

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026). (IDN Times/Triyan)

Lebih rinci, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2026 terdiri atas 99,85 juta pekerja penuh, 35,30 juta pekerja paruh waktu, dan 12,84 juta pekerja setengah menganggur. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah pekerja penuh bertambah 1,2 juta orang dan pekerja setengah menganggur meningkat 1,24 juta orang. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu berkurang 1 juta orang.

"Jumlah pekerja penuh sebanyak 99,85 juta orang atau bertambah 1,2 juta orang. Pekerja paruh waktu sebanyak 35,30 juta orang atau berkurang 1 juta orang. Sementara itu, pekerja setengah menganggur sebanyak 12,84 juta orang atau bertambah 1,24 juta orang," kata Edy.

2. Pengangguran turun 77 ribu orang per Agustus

ilustrasi pengangguran (freepik.com/freepik)

Di sisi lain, jumlah pengangguran sebanyak 7,38 juta orang, turun sekitar 77 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Angka tersebut setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,75 persen. Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 220,91 juta orang pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,74 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 155,37 juta orang merupakan angkatan kerja atau bertambah 1,30 juta orang. Sementara itu, penduduk bukan angkatan kerja tercatat sebanyak 65,54 juta orang atau meningkat 1,38 juta orang.

3. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) laki-laki lebih tinggi dari perempuan

ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Adapun tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 70,33 persen, turun dibandingkan Agustus 2025 sebesar 70,59 persen. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 84,16 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 56,37 persen. Meski demikian, partisipasi angkatan kerja laki-laki maupun perempuan sama-sama mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami penurunan.

"TPT perkotaan tercatat sebesar 5,53 persen pada Agustus 2026, turun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 5,75 persen. Adapun TPT perdesaan turun tipis menjadi 3,45 persen dari sebelumnya 3,47 persen," ungkapnya.

Data tersebut menunjukkan jumlah pengangguran secara nasional mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perkembangan pasar tenaga kerja masih memperlihatkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, dengan tingkat pengangguran perempuan yang justru meningkat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article