Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus memperluas pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk menyediakan energi yang lebih bersih, murah, aman, praktis, dan efisien. Program ini mendukung diversifikasi energi melalui pemanfaatan gas bumi domestik sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Muhammad Qodari, menjelaskan pengembangan Jargas menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Pemanfaatan gas bumi dari dalam negeri juga diharapkan mampu menciptakan sistem pasokan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Tadi saya sudah sebutkan bahwa impor sekitar 72 pesen setiap tahunnya dari kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, Jargas merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuat pasokan energi Indonesia lebih mandiri dan stabil." Ujar Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
