Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Mulai Operasional Financial Center RI di Jakarta Sebelum ke Bali
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah memulai operasional Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta sebelum dipindahkan ke Bali, setelah rencana tersebut disetujui DPR dan mendapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo.
  • Persiapan pembangunan pusat keuangan internasional diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun, dengan Gedung Danareksa ditetapkan sebagai lokasi awal operasional di Jakarta.
  • BPI Danantara akan bertindak sebagai pengembang kawasan, sementara pengelolaan financial center nantinya dijalankan oleh struktur khusus yang dipimpin ketua atau gubernur kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membeberkan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau Indonesia International Financial Center (IIFC) yang akan dikembangkan di Bali.

Namun, sebelum kawasan tersebut siap menjadi pusat keuangan bertaraf internasional, pemerintah akan memulai operasionalnya terlebih dahulu di Jakarta.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan rencana pembentukan PFII telah mendapat persetujuan dari DPR. Presiden Prabowo Subianto juga meminta agar rencana tersebut segera ditindaklanjuti.

"Alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR, dan Bapak Presiden minta instruksi segera ditindaklanjuti, dan emang rencananya itu akan di buat di Bali," kata Rosan kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

1. Financial Center RI butuh persiapan 2-3 tahun

ilustrasi pengembangan kawasan. (pexels.com/Huu Loi Nguyen)

Rosan menjelaskan pembangunan financial center internasional membutuhkan waktu persiapan sekitar dua hingga tiga tahun. Dalam periode tersebut, pemerintah akan menyiapkan berbagai kebutuhan agar kawasan tersebut dapat berjalan.

Selama masa transisi, Jakarta akan menjadi lokasi awal pengembangan financial center sebelum nantinya diperluas ke Bali. Selain persiapan kawasan, pemerintah juga akan menyiapkan struktur pengelola, termasuk penunjukan pihak yang akan memimpin kawasan tersebut.

"Kan perlu ada persiapan selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi satu financial center yang bertaraf internasional," ujar dia.

2. Gedung Danareksa jadi lokasi awal financial center di Jakarta

Menara Danareksa, Jakarta Pusat. (dok. Danareksa)

Untuk tahap awal di Jakarta, Rosan menyebut pemerintah akan menggunakan salah satu aset yang dimiliki, yakni Gedung Danareksa. Menurutnya, gedung tersebut merupakan bangunan baru yang akan digunakan saat pemerintah mulai menyiapkan operasional financial center di Jakarta.

"Ya kan kebetulan gedung kalau Jakarta kita akan menggunakan salah satu gedung kita, kebetulan itu Gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga, dan itu rencananya kita akan pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta dulu," tutur Rosan.

3. Danantara berperan sebagai pengembang kawasan

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Terkait modal awal, Rosan menjelaskan Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan. Sementara itu, pengelolaan financial center nantinya akan dilakukan oleh struktur khusus yang dipimpin ketua kawasan atau gubernur kawasan.

"Ya kan kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi kan dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh gubernurnya nanti akan men-setup semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article